Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Legislator Dorong Kimia Farma Perluas Jangkauan layanan Apotek Hingga Kecamatan
    DPR

    Legislator Dorong Kimia Farma Perluas Jangkauan layanan Apotek Hingga Kecamatan

    redaksiBy redaksi8 Mei 202512 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VI DPR RI Hasani Bin Zuber mendorong PT Kimia Farma untuk memperluas jangkauan layanan apoteknya hingga ke seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah pemilihannya di Pulau Madura. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi VI bersama BUMN Farmasi terkait perkembangan industri farmasi nasional.

    “Sebagai pemilik jaringan apotek terbesar di Indonesia tadi, Bapak juga telah memaparkan sebaran 1054 titik Kimia Farma apotek ini kan. Kami berharap Kimia Farma bisa menjangkau seluruh pelosok negeri agar memudahkan masyarakat mengakses obat-obatan berkualitas,” ujar Hasani dalam RDP Komisi VI dengan Dirut PT Biofarma beserta Subholding di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

    Ia menyoroti bahwa di Madura, yang terdiri dari empat kabupaten—Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep—saat ini hanya terdapat delapan apotek Kimia Farma. Menurutnya, jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

    “Di Dapil saya Pak, Madura ada empat kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, di sini ada delapan apotek (Kimia Farma) yang tersebar. Ini aspirasi Pak, bahwa kami berharap Kimia Farma bisa memperbanyak apoteknya hingga mungkin sampai ke tingkat kecamatan,” tambah Legislator dapil Jawa Timur XI itu.

    Lebih lanjut, Iai juga menyinggung tantangan yang dihadapi industri farmasi dalam negeri, termasuk dominasi produk impor yang lebih murah, regulasi yang ketat dan kerap berubah, serta infrastruktur kesehatan yang belum merata. Ia juga menyoroti rendahnya nilai investasi dalam riset dan pengembangan sebagai hambatan dalam meningkatkan daya saing global.

    “Kita juga mengetahui bahwa industri farmasi menghadapi tantangan dari produk impor yang lebih murah, regulasi yang ketat yang dan sering berubah serta infrastruktur kesehatan yang belum merata. Selain itu nilai investasi dalam riset dan pengembangan masih rendah, ini menghambat kemampuan untuk bersaing dengan industri farmasi global,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menyampaikan pentingnya sinergi antar entitas di bawah holding BUMN Farmasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih membayangi sektor tersebut.

    “Oleh karenanya kami ingin mendalami terkait dengan pembentukan untuk mengeliminasi masalah yang timbul itu Pak. Kami berharap Biofarma dan sub holding-nya bisa bersinergi satu dengan yang lainnya, jangan sampai kerugian perusahaan yang timbul di Tahun 2022 terus terjadi hingga saat ini dan juga jangan sampai BUMN Farmasi ini ya laku hanya ketika pandemi saja. Kita berharap lagi juga ada terobosan dan inovasi,” tutup Hasani.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    BKSAP DPR RI Siap Suarakan Perdamaian Sudan di Forum IPU

    2 September 2026

    Willy Aditya: Penertiban WNA Harus Diperluas, Bukan Hanya di Bali

    2 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    BKSAP DPR RI Siap Suarakan Perdamaian Sudan di Forum IPU

    2 September 20260

    Willy Aditya: Penertiban WNA Harus Diperluas, Bukan Hanya di Bali

    2 September 20260

    Ahmad Yohan: Butuh Langkah Strategis Redam Dampak Kebakaran Hutan

    2 September 20262

     Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati

    2 September 20261

    DPR Terima 9.205 Aduan Masyarakat dalam Setahun, Puan Sebut Ruang Partisipasi Publik Semakin Diperluas

    1 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?