Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » BKSAP DPR RI Siap Suarakan Perdamaian Sudan di Forum IPU
    DPR

    BKSAP DPR RI Siap Suarakan Perdamaian Sudan di Forum IPU

    redaksiBy redaksi2 September 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Sudan (H.E.) Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Ruang Pimpinan BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2026)Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Sudan (H.E.) Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Ruang Pimpinan BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2026). Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral Indonesia dengan Sudan yang telah terjalin selama puluhan tahun, perkembangan situasi terkini di Sudan, hingga peluang kerja sama ekonomi di masa mendatang.

    Syahrul mengatakan kunjungan Duta Besar Sudan kali ini sekaligus menjadi momen perpisahan menjelang berakhirnya masa tugas diplomatiknya di Indonesia. Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin selama ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat kerja sama kedua negara.

    “Beliau datang ke sini untuk pamit karena sudah memasuki usia pensiun. Kami mengucapkan terima kasih atas keberadaan dan upaya beliau dalam menjalin hubungan antara Indonesia dan Sudan,” ujar Syahrul.

    Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Sudan juga menyampaikan perkembangan situasi di negaranya. Syahrul mengungkapkan bahwa pemerintah Sudan saat ini telah menguasai lebih dari 90 persen wilayah sehingga diharapkan konflik yang berlangsung dapat segera berakhir.

    “Beliau menyampaikan bahwa pemerintah Sudan sudah menguasai lebih dari 90 persen wilayahnya. Jadi keadaan, insyaallah, perang ini akan segera berakhir,” katanya.

    Selain membahas kondisi keamanan, kedua pihak juga berdiskusi mengenai potensi kerja sama ekonomi. Syahrul menyebut Sudan memiliki lahan pertanian yang sangat luas dan masih terbuka bagi investasi, termasuk dari Indonesia.

    “Beliau mengatakan ada sekitar 80 juta hektare lahan di Sudan dan baru sekitar 20 persen yang ditanami. Peluang investasi di bidang pertanian dan perkebunan sangat besar, terutama untuk gandum, peternakan sapi maupun kerbau, serta komoditas lainnya yang memungkinkan dikembangkan,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Syahrul juga menyampaikan kesan mendalam Duta Besar Sudan terhadap Indonesia. Selama bertugas di Tanah Air, diplomat tersebut mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia dan merasa nyaman tinggal di Indonesia.

    “Beliau mengatakan sangat terharu dan terkesan dengan kebaikan serta keramahan masyarakat Indonesia. Bahkan beliau merasa sangat tenang berada di Indonesia,” ungkap Politisi Fraksi PKS ini.

    Lebih lanjut, Syahrul menyampaikan bahwa BKSAP DPR RI akan menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) yang akan diselenggarakan di Tanzania pada 5–9 Oktober 2026. Dalam forum parlemen dunia tersebut, DPR RI berkomitmen ikut menyuarakan kondisi kemanusiaan yang masih dihadapi masyarakat Sudan.

    “Menjadi catatan, saya meminta kepada beliau berbagai masukan yang perlu kami sampaikan pada Sidang Umum IPU nanti terkait permasalahan Sudan. Beliau berjanji akan menyampaikannya kepada kami. Ini menjadi tanggung jawab kita juga untuk ikut menyuarakan kondisi masyarakat Sudan di forum internasional,” tutur Anggota Komisi I itu.

    Menurut Syahrul, konflik yang terjadi di Sudan perlu mendapat perhatian dunia internasional karena telah menimbulkan penderitaan yang besar bagi masyarakat sipil. Oleh karena itu, DPR RI melalui BKSAP akan terus mendorong upaya perdamaian serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi parlemen.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Willy Aditya: Penertiban WNA Harus Diperluas, Bukan Hanya di Bali

    2 September 2026

    Ahmad Yohan: Butuh Langkah Strategis Redam Dampak Kebakaran Hutan

    2 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Willy Aditya: Penertiban WNA Harus Diperluas, Bukan Hanya di Bali

    2 September 20260

    Ahmad Yohan: Butuh Langkah Strategis Redam Dampak Kebakaran Hutan

    2 September 20260

     Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati

    2 September 20260

    DPR Terima 9.205 Aduan Masyarakat dalam Setahun, Puan Sebut Ruang Partisipasi Publik Semakin Diperluas

    1 September 20260

    DPR Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Puan Harap Amanah Dijalankan dengan Penuh Integritas

    1 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?