Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Maruli Siahaan Ingatkan Pancasila Harus Jadi Kompas Moral di Era Digital
    DPR

    Maruli Siahaan Ingatkan Pancasila Harus Jadi Kompas Moral di Era Digital

    redaksiBy redaksi7 Agustus 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan, saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, di Andaliman Hall, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/8/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan menegaskan Pancasila harus menjadi kompas moral dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital. Pasalnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tanpa menggerus karakter, semangat kebangsaan, dan nilai-nilai luhur bangsa.

    Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026 bertema “Pancasila sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa: Menjawab Disintegrasi, Krisis Kepercayaan Publik, dan Tantangan Kesehatan Jiwa Generasi Muda” di Andaliman Hall, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/8/2026) lalu.

    “Digitalisasi adalah keniscayaan yang harus kita kuasai. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan semangat gotong royong, rasa persatuan, kepedulian sosial, maupun kemampuan berpikir kritis. Pancasila harus tetap menjadi kompas moral dalam setiap langkah pembangunan bangsa,” ujar Maruli melalui rilis yang disampaikan kepada medpolindo.com di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

    Politisi Fraksi Partai Golkar itu menekankan, implementasi nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran hafalan atau teori. Sebab itu, jelasnya, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun ruang digital sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan, seperti disintegrasi bangsa, penyebaran hoaks, intoleransi, hingga krisis kepercayaan publik.

    Sebagai informasi, kegiatan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut turut menghadirkan Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPIP Edi Subowo, akademisi Universitas Sumatera Utara Dr. Fernanda Putra Adela, M.A., psikolog Rika Eliana, M.Psi., serta diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan relawan di Sumatera Utara.

    Pada kesempatan yang sama, Edi Subowo menegaskan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu, Dr. Fernanda Putra Adela menyoroti pentingnya penguatan negara hukum, partisipasi aktif warga negara, serta pembangunan kepercayaan publik sebagai fondasi ketahanan nasional.

    Dari perspektif psikologi, Rika Eliana mengingatkan meningkatnya tantangan kesehatan mental generasi muda akibat tekanan media sosial dan kecemasan sosial. Oleh karena itu, ia menilai peran keluarga, dunia pendidikan, dan komunitas sangat penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda di era digital.

    Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara DPR RI, BPIP, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat pembinaan ideologi Pancasila dan pembangunan karakter bangsa secara berkelanjutan.

    “Bangsa yang besar bukan hanya yang maju teknologinya, tetapi yang mampu menjaga nilai, karakter, dan persatuannya. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak demi Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    DPR Terima Aspirasi Warga Pati, Dorong Kepastian Hukum dan Keamanan

    24 Agustus 2026

    Lasarus Soroti Karhutla Kalimantan, Masyarakat Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan

    24 Agustus 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    DPR Terima Aspirasi Warga Pati, Dorong Kepastian Hukum dan Keamanan

    24 Agustus 20260

    Lasarus Soroti Karhutla Kalimantan, Masyarakat Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan

    24 Agustus 20260

    Apresiasi Ketegasan Bareskrim Polri Usut Tuntas Dalang dan Penerima Keuntungan Karhutla

    24 Agustus 20260

    Sari Yuliati Tinjau Lokasi Kebakaran Desa Adat Sade, Serahkan Bantuan dan Siapkan Revitalisasi

    23 Agustus 20262

    Ribuan Gempa Susulan Flores, Musa Rajekshah Minta Alert Langsung ke Ponsel Warga

    23 Agustus 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?