Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Tekanan Fiskal Tak Boleh Korbankan Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan
    DPR

    Tekanan Fiskal Tak Boleh Korbankan Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan

    redaksiBy redaksi14 Juli 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, saat audiensi Komisi IX DPR RI dengan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menegaskan kondisi fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kesejahteraan tenaga kesehatan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan insentif dan tunjangan tenaga kesehatan tetap terlindungi mengingat mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Hal itu disampaikan Charles usai audiensi Komisi IX DPR RI dengan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

    Charles mengungkapkan, Komisi IX DPR RI menerima berbagai laporan mengenai pemotongan insentif dan tunjangan dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh terjadi meskipun sejumlah pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).

    “Dalam rapat dengan Menteri Kesehatan beberapa waktu yang lalu kita sudah ingatkan, agar Kementerian Kesehatan harus memastikan bahwa teman-teman tenaga kesehatan, teman-teman dokter di daerah-daerah tidak boleh dipotong insentif dan tunjangannya,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

    Ia mencontohkan kasus yang sempat terjadi di Tidore, Maluku Utara, ketika rencana merumahkan ratusan pegawai PPPK memicu gejolak. Menurutnya, kondisi serupa tidak boleh sampai berdampak pada tenaga kesehatan yang setiap hari menjalankan tugas melayani masyarakat.

    “Saya menyampaikan kepada Pak Menteri, jangan sampai ini terjadi kepada teman-teman tenaga kesehatan, karena teman-teman tenaga kesehatan lah yang berjuang setiap hari, bekerja memastikan agar rakyat kita sehat. Harus bekerja setiap hari, memastikan hidup matinya seseorang di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

    Selain menyoroti aspek kesejahteraan, Charles juga menilai perlindungan terhadap tenaga kesehatan perlu diperkuat. Ia mengatakan Komisi IX DPR RI dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menerima aspirasi terkait kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan, termasuk yang menimpa dokter internship.

    Oleh karena itu, ia mendukung pembentukan Panitia Kerja (Panja) Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan sebagai langkah untuk memperbaiki tata kelola sektor kesehatan secara menyeluruh.

    “Saya sangat sepakat yang disampaikan Ibu Netty, saya rasa harus segera kita bentuk Panja perlindungan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis. Dalam dua bulan terakhir kita sudah beberapa kali duduk di sini membahas kekerasan terhadap tenaga kesehatan, khususnya terhadap dokter,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Banyak Putusan Inkrah MA Tidak Bisa Dieksekusi, RUU Perampasan Aset Didorong Perkuat Fiskal Negara

    21 Juli 2026

    Bahas RUU Perampasan Aset, Hinca Panjaitan Soroti Dugaan Penyimpangan Bisnis di BUMN

    21 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Banyak Putusan Inkrah MA Tidak Bisa Dieksekusi, RUU Perampasan Aset Didorong Perkuat Fiskal Negara

    21 Juli 20260

    Bahas RUU Perampasan Aset, Hinca Panjaitan Soroti Dugaan Penyimpangan Bisnis di BUMN

    21 Juli 20260

    Tarif Lepas Status WNI Naik, Legislator: Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

    21 Juli 20260

    RUU Kehutanan Siap Dibawa ke Paripurna Jadi Usul Inisiatif DPR, Sempurnakan Delapan Pembahasan

    20 Juli 20260

    Komisi XI Sepakati RUU PFII Dibawa ke Pembicaraan Tingkat II

    20 Juli 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?