Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Bahas Skilled Worker hingga Ratifikasi FTA, Komisi I Sambut Baik Kerja Sama Indonesia-Jepang
    DPR

    Bahas Skilled Worker hingga Ratifikasi FTA, Komisi I Sambut Baik Kerja Sama Indonesia-Jepang

    redaksiBy redaksi14 Juni 202412 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyambut baik atas gagasan kerja sama antara Indonesia dengan Jepang yang disampaikan Dubes Jepang untuk Indonesia (H.E.) Yasushi Masaki. Meutya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Dubes Jepang tersebut, dirinya membahas banyak hal, mulai dari skilled worker dari Indonesia, kerja sama transportasi, agrikultur hingga kerja sama di bidang pertahanan yang merupakan bidang dari Komisi I DPR RI.

    Meutya menjelaskan bahwa Jepang merasa sangat senang dan ingin meningkatkan kerjasama terkait skilled worker. Diketahui, jumlah skilled worker dari Indonesia saat ini sudah mencapai kurang lebih 80.000 orang.

    “Juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang ini (yang) harapannya dapat membuka lapangan kerja lainnya yang kira-kira bisa diisi oleh tenaga terampil dari Indonesia. Juga mereka berjanji bahwa skilled worker Indonesia yang bekerja di Jepang nanti ketika pulang bisa dipermudah untuk kerja di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia,” jelas Meutya kepada medpolindo.com usai pertemuan Komisi I dengan Dubes Jepang di Ruang Pimpinan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

    Meutya menilai, tawaran kerja sama tersebut adalah hal yang baik, agar Indonesia nantinya secara bertahap bisa memfokuskan tenaga kerja informal ke Jepang. Selain itu, menurutnya, tawaran kerja sama tersebut merupakan  salah satu langkah kesepakatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. “Tapi harus kita latih dulu supaya mereka menjadi skilled worker ya,” imbuh politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Tawaran kerja sama tersebut merupakan  salah satu langkah kesepakatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.

    Adapun terkait kerja sama di bidang pertahanan, Meutya menekankan adanya bentuk pertukaran pasukan guna meningkatkan keterampilan dan profesionalitas, seperti melalui skema Garuda Shield yang saat ini telah berjalan. “Tapi tadi Beliau (Dubes Jepang) sampaikan juga tidak hanya dalam Garuda Shield kita bisa melakukan kerja sama pertahanan, tapi juga tukar menukar pasukan kita di berbagai event-event lainnya,” kata Meutya.

    Selain itu, dibahas pula kerja sama lainnya seperti di bidang transportasi dan agrikultur. Sebagaimana diketahui, ketahanan pangan menjadi salah satu konsen presiden terpilih Prabowo Subianto. “Jepang ingin juga menjadi bagian dalam rangka Indonesia menciptakan ketahanan pangan di tanah air dengan bekerja sama dalam bidang agrikultur,” ujarnya.

    Di akhir, Meutya mengungkapkan bahwa Komisi I DPR RI akan terus berkomunikasi sehingga dapat mendorong pemerintah agar adanya percepatan kerja sama tersebut. “Termasuk untuk juga perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Jepang dengan Indonesia yang saat ini dalam sudah dalam bentuk kesepakatan dan belum diratifikasi oleh DPR. Itu juga mungkin nanti kita akan bisa percepat,” tutup Meutya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?