Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Pemerintah Perlu Bangun Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Korsel Lebih Intensif
    DPR

    Pemerintah Perlu Bangun Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Korsel Lebih Intensif

    redaksiBy redaksi27 Mei 202442 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyebut bahwa pihaknya mendorong pemerintah untuk lebih intensif membangun kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel), khususnya di bidang industri pertahanan. Sebab, ia menilai, Korea Selatan merupakan salah satu negara penting yang berperan dalam geopolitik di kawasan Asia.

    “Kunjungan kali ini ingin mempererat industri pertahanan, kemudian mempertanyakan komitmen dan ingin berkomunikasi lebih dalam tentang sejauh mana komitmen kedua negara untuk melanjutkan industri tersebut,” ujar Nurul ketika ditemui medpolindo.com usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi Intelijen Parlemen Korea Selatan (Member of Intelligence Commission of National Assembly Republic of Korea) Lee In-Young di Ruang Delegasi Nusantara III Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/5/2024)

    Sebelumnya, ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPR RI membahas beberapa hal dalam pertemuan itu terkait pertahanan, seperti industri pertahanan, alutsista, maupun kerja sama pertahanan. Ia melanjutkan, selain pernah membangun hubungan kerja sama yang baik pada tahun 2013 lalu, ia menilai Korea Selatan memiliki kerja sama yang baik pula di bidang pertahanan.

    “Ini secara komplit dorongan dari komisi I supaya bisa kembali melanjutkan ini, tetap terjadi dengan Korea Selatan,” lanjutnya.

    Selain itu, dalam kesempatan itu dibahas pula mengenai kesepakatan-kesepakatan antara Indonesia dengan Korea Selatan yang bisa diteruskan.

    “Jadi kita belum tahu nanti bagaimana. Yang jelas ini akan kita sampaikan juga di Rapat Komisi I begitu. Karena memang beberapa kali juga sudah muncul persoalan kerja sama industri pertahanan tersebut,” ungkap politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Maka dari itu, ia mengungkapkan hasil dari pertemuan ini akan disampaikan di Rapat komisi I. Apalagi, menurutnya memang sudah beberapa kali muncul persoalan kerja sama industri pertahanan tersebut.

    Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dan dari Delegasi Parlemen Korsel lainnya, yaitu Cho Hae Jin, Youn Kun Young, dan Yang Mulia Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Mr. LEE Sang-deok.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?