Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Perlu Pendekatan Preventif Untuk Meredam Kenakalan Remaja
    DPR

    Perlu Pendekatan Preventif Untuk Meredam Kenakalan Remaja

    redaksiBy redaksi29 Februari 202412 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Anggota Komisi X DPR RI Nuroji mendorong pendekatan preventif (pencegahan) dari para pemangku kepentingan untuk meredam maraknya kenakalan remaja yang kian memprihatinkan. Hal tersebut ia ungkapkan saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI dengan Bupati Sleman, Forkompimda dan jajarannya di Aula Lantai 3 Setda Kabupaten Sleman, Selasa (27/2/2024).

    “Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah strategi pemajuan kebudayaan untuk meredam pengaruh budaya luar, dengan mengedepankan dan mengenalkan budaya sendiri melalui taman budaya, lembaga-lembaga kebudayaan, museum kepada para remaja. Pembinaan ini menjadi dasar untuk membentuk karakter pemuda kita yang selama ini banyak terpengaruh oleh budaya negara lain,” tandas Nuroji.

    Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan seni bela diri pencak silat yang merupakan tradisi bangsa kita apabila dikenalkan pada generasi muda akan belajar tentang sportivitas, kedamaian, setia kawan bukan malah menimbulkan permusuhan.

    “Kegiatan positif seperti seni beladiri pencak silat bisa menjadi alternatif bagi para remaja untuk menyalurkan energi dan waktu luangnya sehingga akan mengurangi kecenderungan untuk bertindak hal-hal negatif,” ujarnya.

    Legislator kelahiran Depok dan mewakili Dapil Jawa Barat VI ini mendorong bagaimana aplikasi dalam pendidikan di daerah-daerah, misalkan mengenalkan kesenian ludruk, lenong yang didalamnya bisa disampaikan pesan-pesan yang membentuk karakter anak. “Ini kaitannya dengan kenakalan remaja, mereka sudah jarang menonton kesenian, jarang membaca literasi kisah-kisah dalam pewayangan, dongeng yang mengandung nasihat,” pungkasnya.

    Di lain pihak, Kapolresta Sleman AKBP Yuswanto Ardi mengungkapkan kejahatan jalanan “klitih” yang sempat marak terjadi di Kabupaten Sleman dan sekitarnya dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih dibawah umur.

    “Selain melakukan penegakan hukum di lapangan, kami juga mengedepankan pola-pola preventif untuk meredam kejahatan jalanan yang dilakukan oleh anak-anak yang terpinggirkan. Perlu banyak kegiatan untuk menampung aktivitas anak-anak, seperti band, seni tari, pencak silat, pelatihan barista, pelatihan mekanik dan sejenisnya,” imbuh Ardi.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?