Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Bertemu Ketua Parlemen Malaysia, Puan Bawa Isu Perlindungan Pekerja Migran dan Kerja Sama Pendidikan
    DPR

    Bertemu Ketua Parlemen Malaysia, Puan Bawa Isu Perlindungan Pekerja Migran dan Kerja Sama Pendidikan

    redaksiBy redaksi3 Oktober 202323 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani berharap pimpinan Parlemen Malaysia memberi perhatian lebih terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), mengingat banyaknya kasus yang merugikan PMI selama ini. Berdasarkan dari data Dirjen Imigrasi, sekitar dua juta PMI yang prosedural dan nonprosedural berada di wilayah Malaysia. Tidak sedikit pula pekerja Indonesia yang mengalami eksploitasi, mendapatkan kekerasan fisik hingga kekerasan seksual saat bekerja di negeri jiran tersebut.

    “Perlindungan terhadap seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia, termasuk para pekerja dan pelajar, juga merupakan isu yang menjadi perhatian saya. Saya berharap di bawah kepemimpinan Yang Mulia sebagai Ketua Dewan Rakyat, maka Malaysia dapat memberikan perhatian dan perlindungan penuh bagi para WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia,”ujar Puan dalam pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Malaysia, Tan Sri Dato’ Johari Bin Abdul, di Gedung Parlemen, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (2/10/2023).

    Selain itu, Puan juga menyinggung pentingnya penguatan hubungan antar masyarakat Indonesia dengan Malaysia yang dapat dilakukan dengan berbagai program. Salah satunya dengan program pendidikan bagi kedua negara.

    Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai pendidikan merupakan salah satu sektor yang dapat mempererat hubungan masyarakat ke dua negara. Puan berharap ada tambahan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di sektor pendidikan.

    “Dalam hal ini, penting untuk kita, bersama-sama, menjajaki dan mendorong kerja sama di bidang pendidikan demi masa depan generasi muda kita. Saya juga mendorong jumlah Community Learning Centers (CLC) di Malaysia dalam rangka memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia. Apalagi, jumlah total pelajar Indonesia di Malaysia berjumlah lebih dari 10.000 orang, sedangkan pelajar Malaysia di Indonesia berjumlah setidaknya 2.800 orang,” papar Mantan Menko PMK ini.

    Dalam kesempatan itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini juga mendorong adanya peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia. Menurutnya, Malaysia menjadi salah satu mitra dagang dan investasi yang krusial bagi Indonesia. Kerja ekonomi diharapkan dapat mendorong kedua negara untuk dapat lebih lanjut memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

    Nilai perdagangan kedua negara naik sebesar 30,37 persen, menjadi 27,9 miliar dolar amerika serikat pada tahun 2022 dari tahun sebelumnya. Selain itu Malaysia berada di peringkat ke-5 sebagai tujuan ekspor Indonesia.

    Beberapa kerja sama investasi dan perdagangan Indonesia-Malaysia yang saat ini tengah berjalan seperti, kesepakatan pada Border Trade Agreement (BTA) dan Border Crossing Agreement (BCA). Kemudian ada juga kerja sama untuk produk halal dan upaya normalisasi perdagangan lintas batas di Nunukan-Tawau dan perbatasan Tebedu-Entikong.

    “Perlu diingat bahwa perdagangan dan investasi merupakan sektor yang dapat berdampak nyata bagi rakyat. Hal ini selalu menjadi prioritas bagi saya selaku Ketua DPR RI,”tegasnya

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?