Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » BUMN yang Ingin Bergiat di Sektor Pariwisata Harus Pahami Ekosistemnya
    DPR

    BUMN yang Ingin Bergiat di Sektor Pariwisata Harus Pahami Ekosistemnya

    redaksiBy redaksi26 Februari 202302 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus saat mengikuti pertemuan Komisi VI dengan sejumlah BUMN terkait di Danau Toba, Sumatera Utara, Sabtu (25/2/2023)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Berkaitan dengan Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI meninjau perhelatan lomba balap perahu motor internasional atau F1 Powerboat di destinasi pariwisata prioritas Danau Toba, Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan pandangannya kepada BUMN-BUMN terkait yang menjadi sponsor dan pendukung acara tersebut. Menurutnya, BUMN penting memahami persoalan pariwisata yaitu membangun ekosistemnya. 

    “Persoalan pariwisata itu ekosistem, karena tidak mungkin bangun tempat dan hotel bagus tapi tidak ada apa-apa sarana prasana tanpa ekosistem yang menjadi pendukungnya,” sebut Deddy saat pertemuan Komisi VI dengan sejumlah BUMN terkait di Danau Toba, Sumatera Utara, Sabtu (25/2/2023). Sehingga ia meminta kepada BUMN yang menggeluti pariwisata atau menjadi pendukungnya harus bertindak serius. 

    “Pariwisata adalah aktivitas ekonomi yang berjalan panjang. Efek dominonya luar biasa sampai masyarakat ke bawah,” terang Deddy. Negara Indonesia menurutnya beruntung punya banyak titik kawasan yang sangat pantas jadi pariwisata kelas dunia. Namun karena berbagai persoalan manajerial masih membelenggu perkembangan pariwisata itu. 

    “Syukurlah presiden sekarang mampu terapkan wisata prioritas, super prioritas dan lainnya. Untuk membangun (pariwisata) ini justru perlu diperhatikan ekosistemnya. Di sini bagian teman-teman BUMN menjadi pendukungnya,” ucap Deddy di hadapan direksi perusahaan pelat merah mulai dari PT Telkom, PT ASDP, PT Pertamina dan PT Patra Jasa. 

    Untuk PT Telkom, Deddy berpesan agar perusahaan lebih lincah dalam melihat prospek pelanggan di sekitaran Danau Toba saat gelaran lomba berlangsung maupun setelahnya. Ia berharap perusahaan telekomunikasi itu dapat menggenjot produk wifi rumahannya, Orbit, di area Danau Toba yang memang membutuhkan layanan internet bermutu dikarenakan beberapa area masih ada di blankspot. 

    Sementara untuk PT ASDP, Deddy mengapresiasi upaya perusahaan menerapkan sistem tiket elektronik sehingga meminimalisir masyarakat menggunakan jasa calo. Ia berharap kerja perusahaan tidak hanya berhenti di Danau Toba saja, namun juga menambah pelayanan penyeberangan antar pulau khususnya di area Sibolga yang berhadapan dengan pulau-pulau terluar sisi barat Indonesia. 

    Sedangkan kepada PT Patra Jasa, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengingatkan agar perusahaan mulai berpikir melakukan revitalisasi aset-aset perhotelannya, yang mana lokasinya strategis namun manajerialnya dirasa kurang. Pada akhirnya, Deddy berpesan di tengah pemerintah sering mengadakan acara internasional, BUMN jangan sekedar hit and run. 

    “Kita tinggalkan infrastruktur yang membawa dampak manfaat. Supaya jangka panjang terasa dibisnis BUMN masing-masing agar dapat berkontribusi bagi negara,” tukasnya.

    Anggota Komisi VI DPR RI Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus saat mengikuti pertemuan Komisi VI dengan sejumlah BUMN terkait di Danau Toba BUMN DPR RI F1 Powerboat
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 2026

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PT TASPEN, THR Pensiun 2026 Pecah Rekor

    6 Maret 20260

    Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

    5 Maret 20260

    Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

    5 Maret 20260

    Komitmen Komisi III Perkuat Penegakan Hukum yang Adil dan Berorientasi Perlindungan Masyarakat

    5 Maret 20260

    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, DPR Pastikan Perlindungan Pengguna Telekomunikasi

    4 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?