Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen
    DPR

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    redaksiBy redaksi4 Mei 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah, tergerak untuk memperjuangkan bantuan bedah rumah bagi salah satu konstituennya setelah melihat langsung kondisi rumah tidak layak huni di tengah kawasan perumahan beton. 


    Saat melakukan kunjungan kerja reses di daerah pemilihannya, di Cipocok, Serang, Banten, Rabu (29/4/2026), Sarifah menemukan rumah keluarga Ibu Yoni dan Pak Asep yang terbuat dari bilik bambu dan triplek, tanpa fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) dan dapur.


    “Ternyata di daerah perkotaan ini masih ada rumah dengan bilik bambu seperti ini,” kata Sarifah yang tidak menyangka kondisi tersebut ada di tengah kawasan perumahan yang sudah berkembang.


    Keluarga tersebut telah tinggal dalam kondisi seperti ini selama tiga tahun. Untuk keperluan mandi dan mengambil air, mereka harus ke rumah orang tua. Pak Asep bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu.


    Politisi yang akrab disapa SAJ ini mengaku sedih dan terharu ketika melihat langsung kondisi rumah konstituen tersebut. “Jadi ketika saya mampu untuk memperjuangkan, memang hati saya itu gimana ya, sedih juga. Bu saya itu sedih juga, sumpah sedih banget. Tapi mudah-mudahan saya bisa terus turun dan terjun langsung ke masyarakat untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Sarifah berhasil memperjuangkan bantuan bedah rumah untuk keluarga Ibu Yoni melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Program ini merupakan bantuan stimulan yang bersifat swadaya antara pemerintah dan masyarakat.


    “Alhamdulillah, kita berhasil memperjuangkan dan mereka mendapat bantuan bedah rumah ini memberikan yang sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang gitu, jadi ada perasaan puas, bangga, senang ternyata kita dipilih oleh masyarakat, kita bisa membawa manfaat yang lebih baik untuk masyarakat seperti itu,” katanya.


    Sarifah menjelaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima tidak terbebani 100% oleh pemerintah, tetapi ada gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. “Ini kan juga untuk rumah pun stimulan, jadi swadaya antara pemerintah dan masyarakat. Jadi setidaknya dia tidak full terbebani 100%,” jelasnya.


    Meskipun Sarifah merupakan anggota Komisi I DPR RI yang mitra kerjanya adalah Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kominfo, BIN, BSSN, dan Lemhanas, ia tetap berkomitmen membantu konstituen di luar tupoksi komisinya melalui kolaborasi dengan komisi-komisi lain.


    “Kalau saya sih, karena saya masih tempatkan Komisi I ya, mungkin kita bisa melakukan kolaborasi dengan komisi-komisi lain,” ujarnya.


    Sarifah berencana mengusulkan bantuan tambahan untuk keluarga Ibu Yoni, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak mereka yang masih SD, serta membantu pengurusan BPJS Kesehatan.


    “Saya sudah nanya tadi, ternyata Bapaknya punya anak yang masih SD. Mungkin kita bisa usulkan nanti biar dapat PIP gitu kan untuk pendidikan. Nanti kita bisa bantu untuk BPJS-nya Bu ya, karwna ibu Yoni ada masalah dengan pendengarannya, supaya setidaknya ini bisa membantu,” janjinya.


    Sarifah berpesan bahwa masyarakat tidak boleh kehilangan harapan, karena masih banyak orang yang peduli dengan kondisi mereka. “Jadi setidaknya bahwa kita orang-orang atas masih ada gitu loh. Masih ada dan mau peduli dengan ibu-ibu. Jadi kalau ada yang bilang semuanya, enggak. Semuanya masih banyak orang baik, masih banyak orang yang peduli dengan Ibu Yoni dan keluarga,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260

    Ada Kelurahan di Jakarta Tanpa SMP-SMA Negeri, Kurniasih Minta PPDB Zonasi Dikaji Ulang

    3 Mei 20260

    Komisi X: Pemerintahan Prabowo Lakukan Revolusi Infrastruktur Pendidikan

    3 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?