Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » DPR Serukan Penguatan Mekanisme Pengawasan Bantuan Internasional
    DPR

    DPR Serukan Penguatan Mekanisme Pengawasan Bantuan Internasional

    redaksiBy redaksi15 Februari 202532 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     DPR RI mendorong komunitas parlemen global untuk memperkuat standar pengawasan terhadap bantuan asing agar lebih transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rachmat Gobel, dalam diskusi bertajuk “Development Cooperation and the SDGs: Making the Most of Aid” yang digelar dalam rangkaian UN Parliamentary Hearing di New York, Amerika Serikat, Kamis (13/2/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, berdasarkan keterangan tertulis yang diperoleh medpolindo.com, Jumat (14/2), Gobel menyoroti tantangan parlemen dalam mengawasi bantuan asing, terutama terkait transparansi informasi dari pemerintah. Ia menjelaskan bahwa Konstitusi Indonesia dan Undang-Undang tentang Keuangan Negara mengamanatkan bahwa seluruh perjanjian internasional yang berdampak terhadap keuangan negara harus mendapatkan persetujuan DPR. Namun, selama ini penjelasan yang diberikan pemerintah masih bersifat makro dan kurang detail.

    Sebagai contoh, Gobel mengungkapkan bahwa bantuan dari lembaga keuangan internasional senilai Rp1 triliun untuk Project Upland—program pengembangan kapasitas pertanian terintegrasi di dataran tinggi—memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan 17,2 juta petani kecil. Sektor kehutanan, pertanian, dan perikanan sendiri telah menyerap 40 juta tenaga kerja pada 2022. Namun, tanpa informasi yang lebih rinci, parlemen menghadapi kesulitan dalam mengukur dampak serta memastikan pemerataan distribusi bantuan tersebut.

    Oleh karena itu, Gobel menyerukan agar komunitas parlemen global bekerja sama dalam menyusun panduan internasional guna menciptakan standar pengawasan yang lebih kuat dan seragam terhadap bantuan asing. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta akuntabilitas penggunaan bantuan internasional demi pencapaian pembangunan berkelanjutan.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20260

    Ateng Sutisna Desak Perlu Perkuat Pembinaan Demi Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat

    21 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?