Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Penyederhanaan Distribusi Pupuk Diperlukan untuk Dukung Kedaulatan Pangan
    DPR

    Penyederhanaan Distribusi Pupuk Diperlukan untuk Dukung Kedaulatan Pangan

    redaksiBy redaksi22 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini/Int
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menegaskan pentingnya peran PT Petrokimia Gresik dalam mendukung kedaulatan pangan melalui distribusi pupuk yang lebih sederhana dan efisien kepada petani. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (22/11/2024).

    “Pemerintah kita hari ini fokus pada ketahanan pangan, bahkan kedaulatan pangan. Saya lebih setuju menggunakan istilah kedaulatan pangan, bukan ketahanan pangan. Peran Petrokimia atau Pupuk Indonesia (PI) secara keseluruhan sangat penting. Selama ini, mereka telah lama mendampingi para petani,” tutur Anggia saat ditemui medpolindo.com usai kunjungan.

    Menurut politisi Fraksi PKB ini, meskipun ketersediaan pupuk sudah mencukupi, masih ada tantangan besar dalam memastikan distribusinya berjalan lancar hingga ke tangan petani. Ia menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem distribusi pupuk, terutama dalam mengatasi kerumitan alur distribusi yang saat ini melibatkan banyak lapisan.

    “Hal yang perlu diperhatikan adalah, jika ketersediaan ada, tetapi alur distribusi pupuk sampai ke petani ini yang harus terus-menerus dievaluasi dan diperbaiki, sehingga masyarakat, terutama petani kecil, bisa mengaksesnya dengan mudah sesuai prinsip 4 tepat. Tepat sumber pupuk, tepat jumlah, tepat lokasi, dan tepat waktu,” ujar legislator Dapil Jawa Timur VI itu.

    Dilansir dari berbagai sumber, penggunaan pupuk mengikuti prinsip 4 T, yaitu: tepat sumber pupuk (jenis pupuk), tepat jumlah (dosis pemberian), tepat lokasi (cara pemberian pupuk yang disesuaikan dengan lokasi), dan tepat waktu pemberian. Prinsip ini disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman untuk menghasilkan produksi yang optimal.

    Anggia menjelaskan bahwa proses distribusi pupuk saat ini masih melalui berbagai tahapan seperti distributor, kios, koperasi, serta lini distribusi lainnya. Hal ini, menurutnya, perlu disederhanakan untuk mempermudah akses petani.

    “Bagaimana Pupuk Indonesia dapat menjangkau petani? Itu pertanyaannya. Karena selama ini ada banyak lapisan: distributor, kios, koperasi, hingga lini 1, 2, 3. Nah, bagaimana caranya agar distribusi bisa lebih langsung? Sistem atau tata kelola apa yang bisa memastikan pupuk sampai ke petani?” tutup Anggia.

    Ketahanan pangan atau swasembada pangan menjadi bagian penting dari Astacita Presiden Prabowo, khususnya pada poin kedua yang menyoroti kemandirian bangsa. Melalui kebijakan ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor.

    Langkah ini melibatkan penguatan sektor pertanian, modernisasi teknologi agrikultur, dan pemberdayaan petani lokal. Selain memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat, swasembada pangan juga bertujuan untuk meningkatkan stabilitas ekonomi dan keamanan nasional, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya alam dalam kerangka ekonomi hijau dan biru.

    Anggia Ermarini DPR RI Indonesia PT Petrokimia Gresik
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?