Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Adrianus Asia Sidot: Pemerintah Harus Utamakan Peternak Lokal, Bukan Impor Susu
    DPR

    Adrianus Asia Sidot: Pemerintah Harus Utamakan Peternak Lokal, Bukan Impor Susu

    redaksiBy redaksi20 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu mengimpor sapi susu perah jika pemerintah serius memberdayakan peternak lokal. Menurutnya, langkah prioritas pemerintah seharusnya diarahkan pada pengelolaan produksi nasional dengan lebih baik, bukan malah bergantung pada produk impor.

    “Pemerintah sebenarnya cukup memberdayakan peternak lokal. Contohnya di Boyolali, minggu lalu puluhan ribu ton susu, sekitar 50 ribu ton, terbuang sia-sia karena tidak ada pengaturan penyerapan produksi nasional yang memadai,” ujar Sidot kepada medpolindo.com di sela-sela agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

    “Lebih baik pemerintah membantu rakyatnya sendiri daripada membantu oknum-oknum yang bermain di harga pangan”

    Dirinya menyoroti bahwa ketergantungan terhadap impor sering kali disebabkan oleh anggapan bahwa harga produk impor lebih murah dibandingkan produksi dalam negeri. Namun, ia menilai argumen ini tidak sepenuhnya tepat dan justru merugikan peternak lokal.

    “Kalau pemerintah berpihak kepada rakyat, seharusnya jangan hanya bicara soal harga. Di sinilah peran subsidi pemerintah untuk menekan harga produksi dalam negeri. Jadi ketika masyarakat membeli, harganya tetap terjangkau,” jelasnya.

    Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mengungkapkan adanya indikasi mafia pangan dan manipulasi data yang turut mempengaruhi kebijakan impor. Ia menilai regulasi yang lebih tegas diperlukan agar peternak lokal mendapat perlindungan dan tidak kalah bersaing dengan produk impor.

    “Harga faktor produksi seperti pakan ayam, pupuk, dan lainnya sangat tinggi di Indonesia, berbeda dengan luar negeri yang infrastrukturnya lebih murah. Pemerintah harus mengatur ini. Dengan kebijakan dan anggaran yang tepat, peternak lokal bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.

    Terakhir, ia mengingatkan pentingnya pemerintah untuk fokus pada kesejahteraan petani dan peternak dengan mengatur harga faktor produksi, seperti pupuk dan pakan ternak. Langkah ini, sebutnya, diharapkan dapat membuat produk lokal bersaing secara sehat dengan produk impor.

    Dengan program unggulan Presiden Prabowo yang mencanangkan makan bergizi gratis, Sidot berharap pemerintah benar-benar memprioritaskan produksi nasional agar program ini mendukung kemandirian pangan di Indonesia.

    “Lebih baik pemerintah membantu rakyatnya sendiri daripada membantu oknum-oknum yang bermain di harga pangan. Ini lebih mulia dan membawa manfaat nyata bagi bangsa,” legislator daerah pemilihan Kalimantan Barat II itu.

    Adrianus Asia Sidot DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Beniyanto Soroti Ketahanan Energi Nasional di Tengah Geopolitik Timur Tengah

    13 Maret 2026

    Banggar DPR Nilai Subsidi di Indonesia Masih Belum Tepat Sasaran

    13 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Beniyanto Soroti Ketahanan Energi Nasional di Tengah Geopolitik Timur Tengah

    13 Maret 20260

    Banggar DPR Nilai Subsidi di Indonesia Masih Belum Tepat Sasaran

    13 Maret 20260

    Jaga Nadi Mudik di Ujung Barat Jawa, Akses Tol Pelabuhan Merak Harus Aman

    13 Maret 20260

    DPR RI Setujui Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031

    12 Maret 20260

    Kawal Keselamatan Rakyat, Komisi V Minta Pemudik Manfaatkan Moda Transportasi Selain Motor

    12 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?