Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Vaksinasi Mpox Harus Tepat Sasaran Dan Efektif
    DPR

    Vaksinasi Mpox Harus Tepat Sasaran Dan Efektif

    redaksiBy redaksi28 Agustus 202423 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Sebagai langkah antisipasi wabah Monkeypox (Mpox), Pemerintah telah menyiapkan pengobatan dan vaksinasi Mpox. Saat ini Pemerintah tengah mengimpor 1.600 vaksin dari Denmark, meski pemberiannya belum bisa dilakukan secara massal. Pemberian vaksin ini menurut anggota Komisi IX DPR RI Netty Prastiyani harus tepat sasaran dan efektif.


    “Ini langkah yang strategis dan tepat dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit Mpox di Indonesia. Pemberian vaksin harus tepat sasaran dan efektif menjangkau kelompok rentan,” tegas Netty dalam keterangan persnya, Rabu (28/8/2024).


    Netty juga berpesan agar vaksin Mpox tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab mengingat harga satu dosis vaksin mencapai Rp 3,5 juta. Artinya untuk 1.600 vaksin, total anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah mencapai Rp 5.6 miliar. Sebelumnya di tahun 2022 Indonesia sudah memiliki 1.000 vaksin Mpox namun kini hanya tersisa 40 vaksin. 


    Menurut Legislator dari Dapil Jawa Barat VIII itu, alangkah baiknya jika vaksin Mpox diperuntukan bagi petugas kesehatan terlebih dahulu. Netty mengatakan, seperti untuk petugas yang melakukan skrining pada delegasi acara Indonesia-Africa Forum yang akan berlangsung di Bali.


    “Termasuk untuk petugas lab yang sering melakukan pemeriksaan dan kelompok rentan, terutama di daerah-daerah yang sudah ada riwayat penyebaran penyakit Mpox,” terangnya.


    Adapun Mpox sendiri adalah salah satu spesies virus cacar, ditandai dengan ruam lalu diikuti dengan benjolan yang muncul di kulit. Menurut Kemenkes, mayoritas penyebaran Mpox terjadi melalui kontak seksual sehingga pemberian vaksin Mpox saat ini selain untuk petugas kesehatan, diprioritaskan kepada kelompok berisiko seks.


    “Kita harap ke depan penerima vaksinasi Mpox bisa semakin diperluas apalagi dari laporan kasus di Afrika kasus Mpox sudah banyak ditemukan pada anak-anak yang penularannya melalui kontak fisik dengan orang yang mengasuh mereka,” urai Netty.


    Selain hubungan seksual, penularan Mpox disebut juga terjadi saat menyentuh sekresi orang yang terinfeksi, menyentuh pakaian mereka atau bahkan berbicara dalam jarak dekat untuk jangka waktu tertentu, dengan potensi terjadinya tetesan air liur atau droplet. Ini adalah kemungkinan jalur penularan yang disebutkan oleh WHO.


    Dengan kata lain, semakin banyak kontak dan semakin lama kontak, semakin besar kemungkinan penularan. Untuk itu, Netty mengimbau sosialisasi dan edukasi ke publik penting dilakukan sebab masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang cacar monyet ini.


    “Kampanye maupun promosi penanganan monkeypox ini perlu secara masif di fasilitas-fasilitas publik. Langkah ini perlu diambil agar masyarakat kita punya pengetahuan terkait monkeypox, baik gejala, cara penanganan, maupun persebarannya di dunia,” imbaunya.


    Netty mengatakan, langkah pencegahan akan efektif manakala masyarakat mengetahui apa yang tengah dihadapinya. Dengan pengetahuan yang akurat, masyarakat pun jadi memiliki kesadaran untuk menghindari potensi penyakit.


    “Bukan kita ingin menakut-nakuti masyarakat, tapi mencegah lebih baik dari pada mengobati. Terlebih varian clade 1B yang berkembang di Afrika lebih berbahaya dari clade II,” tutup Politisi Fraksi PKS itu.

    Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?