Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Perpustakaan Jadi Instrumen Strategis Pembangunan Daerah
    DPR

    Perpustakaan Jadi Instrumen Strategis Pembangunan Daerah

    redaksiBy redaksi22 Agustus 202612 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro saat Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI ke Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menilai perpustakaan perlu diposisikan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perhatian dan pengelolaan perpustakaan yang baik oleh pemerintah daerah dapat menjadi daya ungkit bagi peningkatan literasi, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembangunan daerah.

    Hal tersebut disampaikan Agung saat memimpin Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI ke Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8/2026). Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan literasi sekaligus mendorong agar perhatian serupa diperkuat di tingkat kabupaten/kota.

    Agung menilai masih terdapat pemerintah daerah yang belum menempatkan perpustakaan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang memperoleh perhatian dan prioritas memadai. Padahal, menurutnya, keberadaan perpustakaan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan, literasi, dan SDM yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

    “Kita ingin membangun indeks pembangunan manusia, pendidikan yang setara, dan sumber daya manusia. Namun, kebijakan para kepala daerah dalam menempatkan perpustakaan sebagai organisasi di satuan kerja tertentu sepertinya belum mendapatkan banyak prioritas,” ujar Agung.

    Karena itu, Agung meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan perpustakaan, termasuk dengan menempatkan pejabat yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang perpustakaan. Menurutnya, pengelolaan perpustakaan membutuhkan SDM yang memahami bidang tersebut agar potensinya sebagai pusat pengetahuan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    “Kita meminta kepada para kepala daerah agar menyiapkan kebijakan supaya organisasi perpustakaan dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya, yang memang layak memimpin institusi tersebut,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Agung melihat penguatan perpustakaan dapat menjadi stimulus bagi pemerintah kabupaten/kota untuk membangun lingkungan literasi di daerah masing-masing. Perpustakaan yang mampu membangun ekosistem literasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menurutnya, dapat menjadi contoh sekaligus memiliki daya ungkit terhadap pembangunan daerah.

    Agung mencontohkan Kabupaten Brebes yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, peningkatan indeks pembangunan literasi di daerah perlu terus diupayakan agar turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas masyarakat dan pembangunan daerah.

    “Harapan kami, dengan indeks pembangunan literasi yang ada ini bisa menjadi acuan kita bersama untuk mendongkrak angka kemiskinan yang ada di salah satu kabupaten di Jawa Tengah,” ujarnya.

    Agung menegaskan penguatan perpustakaan membutuhkan perhatian bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap kebijakan yang menempatkan perpustakaan sebagai bagian penting dari pembangunan dapat mengubah paradigma perpustakaan, sehingga tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan sekaligus penggerak peningkatan literasi dan kualitas SDM di daerah.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?