Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Trauma Keterlambatan Armuzna Jadi Sorotan, Awasi Ketat Transportasi dan Penginapan Haji 2026
    DPR

    Trauma Keterlambatan Armuzna Jadi Sorotan, Awasi Ketat Transportasi dan Penginapan Haji 2026

    redaksiBy redaksi18 Mei 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan catatan penting penyelenggaraan ibadah haji 2026. Beberapa di antaranya berupa potensi penumpukan transportasi jemaah di Makkah hingga persoalan klasik penginapan yang masih padat.

    Baginya, upaya pengawasan ketat ini harus dilakukan agar pengalaman buruk pada musim haji sebelumnya tidak kembali terulang, terutama saat fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui oleh medpolindo.com di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/05/2026).

    Pada kesempatan yang sama, ia menyatakan bahwa secara umum proses keberangkatan jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi berjalan relatif lancar dan menunjukkan perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kalau yang di sini kita bersyukur ya. Saya kira selama keberangkatan ini untuk transportasi yang ke Saudinya sekarang relatif lancar. Tentu ada perbaikan dari tahun-tahun yang lalu,” ujar Syarief.

    Meski demikian, Timwas Haji DPR mulai menerima laporan awal mengenai adanya penumpukan di beberapa titik transportasi bus di Makkah. Ia pun mengatakan situasi tersebut belum masuk kategori krusial, namun tetap harus diantisipasi sejak dini sebelum seluruh jemaah memasuki fase puncak haji.

    “Cuma saya lihat di Makkah, di beberapa stasiun kayaknya masih ada penumpukan,” katanya.

    Ia menegaskan hingga saat ini belum ada laporan gangguan besar terkait transportasi maupun penerbangan jemaah haji Indonesia. Namun pihaknya tidak ingin lengah karena tantangan terbesar biasanya muncul saat mobilisasi massal jemaah menuju Armuzna.

    Berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, ia menilai peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Diketahui, pada saat itu, banyak jemaah terlambat diangkut dari Muzdalifah menuju Mina sehingga harus menunggu berjam-jam di tengah suhu ekstrem Arab Saudi. “Yang saya alami dua tahun yang lalu itu kan pada saat dari Muzdalifah kemudian untuk dibawa ke Mina itu ada yang sampai jam 11, jam 12 siang dalam kondisi cuaca terik,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko bagi kesehatan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu, Timwas DPR akan fokus mengawasi pola pengangkutan jemaah selama fase Armuzna, termasuk proses pemulangan jemaah setelah rangkaian ibadah selesai.

    “Termasuk nanti pengangkutan jemaah haji pulangnya. Jangan sampai ada yang terlambat sampai 10 jam, 6 jam. Nah, ini kita harapkan tidak terjadi,” tegasnya.

    Selain transportasi, Syarief juga menyoroti persoalan penginapan yang hingga kini masih menjadi masalah klasik penyelenggaraan haji Indonesia. Ia menyebut masih ditemukan kamar hotel yang diisi hingga enam orang.  “Masalah sekarang ini kan masih ada yang klasik ya, penginapan. Ada yang satu kamar masih enam orang. Nah, ini tentu harus kita lihat, kenapa sampai kondisi itu terjadi,” katanya.

    Apalagi, ungkapnya, kepadatan kamar tidak hanya berdampak pada kenyamanan jemaah, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik mereka selama menjalankan ibadah di tengah suhu panas yang mencapai 40 derajat Celsius. Sebab itu, ia meminta pemerintah dan penyelenggara haji meningkatkan koordinasi layanan agar persoalan transportasi dan akomodasi bisa diantisipasi lebih cepat.

    Mengakhiri pernyataannya, ia juga mengimbau jemaah untuk disiplin mengikuti arahan petugas serta menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Pun, ia mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur

    “Kepada jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji sekarang, saya berharap ikuti segala petunjuk yang dikeluarkan oleh penyelenggara haji. Kemudian juga jaga kesehatan, karena memang sekarang ini cuacanya cukup panas, cukup tinggi ya, 40 derajat dan perbanyak minum,” tandas Syarief. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Perluas Sosialisasi Penyiaran Piala Dunia hingga Daerah Pelosok

    18 Mei 2026

    Penetapan Status Tersangka Harus Dilandasi KUHP dan KUHAP Baru

    18 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Perluas Sosialisasi Penyiaran Piala Dunia hingga Daerah Pelosok

    18 Mei 20260

    Penetapan Status Tersangka Harus Dilandasi KUHP dan KUHAP Baru

    18 Mei 20260

    Banyak Jemaah Belum Siap Secara Fisik Jelang Puncak Haji, Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

    17 Mei 20260

    Ribuan ASN Brebes Diduga Manipulasi Absen, Shintya Sandra: Integritas 

    17 Mei 20260

    Jemaah Haji Mulai Berpindah Makkah-Madinah, Insiden Bus Terbakar Jadi Sorotan Timwas

    17 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?