Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi VIII Dorong Dinsos Diperkuat Psikolog Bersertifikat
    DPR

    Komisi VIII Dorong Dinsos Diperkuat Psikolog Bersertifikat

    redaksiBy redaksi23 April 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Komisi VIII DPR RI mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat peran Dinas Sosial dengan menghadirkan tenaga psikolog bersertifikat guna menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi. 

    Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci dalam memberikan perlindungan yang optimal bagi korban.

    “Komisi VIII mendorong agar pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota melengkapi kantor-kantor dinas sosial dengan aparatur sipil negara yang berlatar belakang psikolog dan memiliki sertifikasi, sehingga ketika terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, penanganannya berada pada tempat yang tepat,” ujarnya kepada medpolindo.com usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/04/2026).

    Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menekankan pentingnya langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendampingan yang lebih terstruktur.

    “Kami meminta Pemprov Jawa Timur memberikan penekanan khusus terhadap meningkatnya kekerasan pada perempuan dan anak dengan menghadirkan psikolog bersertifikat di balai-balai yang telah ditentukan, agar dapat memberikan advokasi dan pendampingan secara optimal,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Ia berharap, dengan adanya penguatan tersebut, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan secara signifikan.

    Abidin juga menambahkan bahwa penanganan kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.

    “Penanganannya harus melibatkan semua pihak, termasuk kepolisian dan organisasi terkait, serta perlu dilakukan edukasi dan publikasi kepada masyarakat agar pencegahan bisa berjalan efektif, diikuti dengan pendampingan bagi kelompok rentan,” tegasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Atalia Praratya: Perlu Audit Nasional Daycare usai Dugaan Kekerasan Anak di Yogyakarta

    27 April 2026

    Singgung UU KIA, Puan Ingatkan Pemerintah Sediakan Daycare yang Layak Bagi Pekerja

    27 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Atalia Praratya: Perlu Audit Nasional Daycare usai Dugaan Kekerasan Anak di Yogyakarta

    27 April 20260

    Singgung UU KIA, Puan Ingatkan Pemerintah Sediakan Daycare yang Layak Bagi Pekerja

    27 April 20260

    Pascapanen di Labuan Bajo Kurang Optimal, Beras Masih Pecah

    26 April 20260

    Komisi III: Polda DIY Harus Beri Atensi Penuh Kasus Kekerasan di Daycare Yogya

    26 April 20260

    DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Yogyakarta

    26 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?