Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Fasilitas Migas Offshore Perlu Pertimbangkan Aspek Ekologis
    DPR

    Fasilitas Migas Offshore Perlu Pertimbangkan Aspek Ekologis

    redaksiBy redaksi7 Februari 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, saat kunjungan kerja Komisi XII DPR RI, di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, khususnya dalam penanganan fasilitas migas lepas pantai (offshore) serta penguatan kebijakan penilaian lingkungan industri. Ia pun mengusulkan solusi alternatif yang tetap memperhatikan aspek ekologis.


    Hal tersebut menjadi perhatiannya saat Komisi XII DPR RI berdialog dengan PT PGN Saka Energy, yang menyampaikan kendala tingginya biaya dekomisioning rig offshore. “Kami mengusulkan, apabila rig sudah bebas dari unsur B3 dan memenuhi parameter tertentu, maka bisa dilakukan pembongkaran dan penenggelaman di lokasi agar berfungsi sebagai terumbu karang buatan,” jelas Ratna kepada medpolindo.com di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).


    Legislator Fraksi PKB, menilai skema tersebut berpotensi menekan biaya sekaligus menciptakan habitat baru bagi biota laut tanpa merusak lingkungan. Dalam pertemuan berikutnya dengan Petrokimia Gresik dan PT Wilmar, Ratna memberikan apresiasi atas capaian Petrokimia Gresik yang meraih predikat Proper Emas secara berkelanjutan sejak 2021 hingga 2025. 


    Ia menilai pencapaian tersebut mencerminkan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan. Namun demikian, Ratna mendorong agar Proper tidak hanya menjadi indikator sukarela, melainkan dipertimbangkan sebagai salah satu prasyarat penerbitan Amdal. 


    Ia juga mengusulkan perluasan parameter Proper dengan memasukkan aspek kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan. “Ke depan, kami berharap parameter Proper tidak hanya bicara lingkungan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya yang berada di ring satu,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Gajah di Riau Mati, Komisi IV: Pelindungan Satwa Perlu Gunakan Teknologi

    10 Februari 2026

    Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala, Daniel Johan : Ini Kejahatan Serius, Harus Diusut Tuntas

    10 Februari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Gajah di Riau Mati, Komisi IV: Pelindungan Satwa Perlu Gunakan Teknologi

    10 Februari 20260

    Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala, Daniel Johan : Ini Kejahatan Serius, Harus Diusut Tuntas

    10 Februari 20260

    Firman Soebagyo: Swasembada Pangan di Pati Lebih Cepat tapi Jangan Lengah

    10 Februari 20260

    Titiek Dorong Swasembada Gula hingga Kedelai

    9 Februari 20260

    DPR Pastikan Layanan PBI BPJS Tetap Aktif, Kawal Perbaikan Tata Kelola demi Kepastian Hak Masyarakat

    9 Februari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?