Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Firman Soebagyo: Swasembada Pangan di Pati Lebih Cepat tapi Jangan Lengah
    DPR

    Firman Soebagyo: Swasembada Pangan di Pati Lebih Cepat tapi Jangan Lengah

    redaksiBy redaksi10 Februari 202632 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengapresiasi keberhasilan panen raya padi dengan produktivitas mencapai 10 ton per hektare di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan agenda nasional percepatan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan.

    “Ini patut diapresiasi karena faktanya capaian swasembada pangan nasional justru lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional di awal tahun ini mencapai 3,32 juta ton,” kata Firman melalui rilis yang disampaikan kepada medpolindo.com di Jakarta, Senin (9/2/2026).

    Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut dapat dijaga keberlanjutannya dengan mengantisipasi potensi gagal panen serta dampak anomali cuaca. Sebab, ujarnya, perbaikan tata kelola pupuk dan penguatan peran negara bernilai krusial demi menjaga stabilitas harga pangan.

    “Pemerintah pusat sedang menyiapkan kebijakan penguatan Bulog sebagai penyangga stok dan harga. Selain itu, penggunaan pupuk organik dan mikroba juga perlu didorong agar produktivitas pertanian tetap terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa panen raya tersebut menjadi bukti keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati, yakni program panen padi 10 ton per hektare. Baginya, panen raya di Desa Bumiharjo menjadi salah satu hasil nyata usai pengecekan langsung di lapangan, dengan produksi mencapai 10,28 ton per hektare.

    Maka dari itu, tegasnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras lintas sektor, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa. Apalagi, terangnya, peningkatan produksi padi tersebut tetap menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung yang tepat sasaran. Kombinasi ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya hanya berkisar 5–7 ton per hektare menjadi lebih dari 10 ton.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Ketergantungan Impor, Komisi IV Akselerasikan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan

    13 April 2026

    Amelia Anggraini Dorong Sanksi Keras untuk Israel Usai Insiden TNI di Lebanon

    13 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Ketergantungan Impor, Komisi IV Akselerasikan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan

    13 April 20260

    Amelia Anggraini Dorong Sanksi Keras untuk Israel Usai Insiden TNI di Lebanon

    13 April 20260

    Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer yang Lama Mengabdi Harus Dipercepat

    13 April 20260

    Lembaga Pembiayaan Diminta Fokus Tangkap Peluang Pasar UMKM

    12 April 20260

    Merespons Usulan Kenaikan BBM, APBN Kokoh Berikan Subsidi dan Jadi Shock Absorber

    12 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?