Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Puteri Komarudin: Kemudahan Akses Program Ekspor Diminta Berkelanjutan
    DPR

    Puteri Komarudin: Kemudahan Akses Program Ekspor Diminta Berkelanjutan

    redaksiBy redaksi27 Februari 202512 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

     Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin mengapresiasi kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam mendukung pertumbuhan sektor ekspor. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Eksekutif LPEI, Putri menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar program pendampingan ekspor menjadi lebih berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada peningkatan kuantitas eksportir.

    Puteri mengungkapkan rasa apresiasi terhadap capaian LPEI yang berhasil membantu 1.097 eksportir baru dan menciptakan 1.845 desa devisa. Meskipun demikian, menurutnya, pencapaian tersebut harus dilihat lebih dari sekadar angka, tetapi juga pada keberlanjutan dan kemandirian para eksportir dalam pasar global.

    “Yang kita khawatirkan adalah keberlanjutan usaha mereka di pasar ekspor. Banyak program pendampingan yang sifatnya one-off, yang setelah selesai, eksportir tidak bisa berdiri sendiri. Momentum ini akhirnya lewat, dan kesuksesan program hanya terasa sementara,” kata Puteri di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025).

    Legislator Dapik Jawa Barat VII ini menekankan pentingnya LPEI memberikan pendampingan yang lebih panjang dan strategis, sehingga eksportir baru dapat bertahan dan berkembang secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan lembaga tersebut.

    Selain itu, Putri juga mencatat bahwa prosedur dan persyaratan administrasi yang rumit sering menjadi hambatan bagi banyak UMKM untuk terlibat dalam program ekspor. Meski ia menyadari bahwa prosedur yang ketat berfungsi untuk mitigasi risiko, namun ia berharap agar ada upaya untuk mempermudah akses UMKM, terutama yang mengikuti program CPNI (Calon Pengusaha Nasional Indonesia), yang dirancang untuk mendukung eksportir pemula dan desa devisa.

    “Proses administrasi yang rumit ini harus menjadi perhatian. Kami ingin lebih banyak UMKM yang bisa berpartisipasi dan berkembang dalam pasar ekspor. Akses yang lebih mudah dan kelanjutan program yang terjaga akan memberikan peluang lebih besar bagi UMKM Indonesia untuk bersaing secara global dan bertahan dalam jangka panjang,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 2026

    Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja Cerminkan Kegagalan Sistem: Bongkar dan Evaluasi!

    29 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 20260

    Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja Cerminkan Kegagalan Sistem: Bongkar dan Evaluasi!

    29 April 20260

    Penanganan Korban Kecelakaan KRL dan Evaluasi Jalur Bekasi Harus Jadi Prioritas

    29 April 20260

    Legislator Dorong Investigasi & Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta

    28 April 20260

    Sofwan Dedy: Perlu Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

    28 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?