Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Keberhasilan Pembangunan: Jangan Hanya Melihat Angka, Perhatikan Fakta Lapangan!
    DPR

    Keberhasilan Pembangunan: Jangan Hanya Melihat Angka, Perhatikan Fakta Lapangan!

    redaksiBy redaksi9 Desember 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menegaskan pentingnya memandang keberhasilan pembangunan daerah langsung sesuai fakta di lapangan alih-alih langsung percaya pada angka-angka statistik. Hal ini disampaikannya dalam rapat kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di Yogyakarta. 


    “Kalau kita lihat kasus Yogyakarta, variabel indeks pembangunan manusia yang cukup baik itu terlihat dari angka partisipasi sekolah dan harapan hidup yang sudah bagus. Tetapi, jumlah penduduk miskin yang dipengaruhi oleh daya beli masih menjadi tantangan utama,” ujar Andi Yuliani saat kunjungan di Yogyakarta, Jumat (6/12/2024).


    Dalam pandangannya, data statistik yang sering menjadi acuan tidak selalu mencerminkan realitas di lapangan. Andi mencontohkan bahwa meskipun tingkat elektrifikasi di Indonesia mencapai 99%, masih banyak rumah tangga yang belum memiliki akses listrik.


    “Pak Prabowo mengatakan, jangan hanya melihat angka-angka, tetapi lihat fakta di lapangan,” katanya


    Data yang kontradiktif juga terjadi untuk wilayah Yogyakarta. Merujuk paparan Deputi Bidang Pengembangan Regional dari Kementerian PPN/BAPPENAS dalam rapat, dijelaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia untuk Provinsi DIY bertengger di urutan 2 nasional dengan capaian 81,62 jauh di atas rata-rata nasional 75,02. ironisnya, tingkat kemiskinan di DIY mencapai 10,83% yang juga lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 9,03%.


    “Seperti kasus Yogja; indeks kebahagiaannya tinggi, angka harapan hidup lumayan bagus, angka partisipasi sekolah juga bagus, tapi kita harus lihat kenapa mereka masih dikategorikan jumlah penduduk miskin nya agak lumayan. Ini harus dicari penyebabnya,” pungkasnya.

    Andi Yuliani Paris DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

    30 April 2026

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

    30 April 20260

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 20260

    Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja Cerminkan Kegagalan Sistem: Bongkar dan Evaluasi!

    29 April 20260

    Penanganan Korban Kecelakaan KRL dan Evaluasi Jalur Bekasi Harus Jadi Prioritas

    29 April 20260

    Legislator Dorong Investigasi & Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta

    28 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?