Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi XII Pertanyakan Urgensi Migrasi Kontrak Blok Rokan ke Cost Recovery
    DPR

    Komisi XII Pertanyakan Urgensi Migrasi Kontrak Blok Rokan ke Cost Recovery

    redaksiBy redaksi17 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi XII Mulyadi /Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi XII Mulyadi mempertanyakan urgensi rencana migrasi kontrak dari gross split ke cost recovery untuk Blok Rokan, garapan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Hal ini ia sampaikan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengapresiasi dan meminta seluruh subholding PHE (Pertamina Hulu Energi) untuk meniru prestasi kerja dari PT Pertamina Hulu Rokan.

    “Pertanyaan saya tadi kalau memang mereka yakin, kenapa sekarang mereka (PT Pertamina Hulu Rokan) mengajukan perubahan skema dari gross split, itu kan mereka betul-betul bertanggung jawab dan mereka sudah berani mengambil risiko ya. Kalau cost recovery kan seluruh kegiatan mereka, biaya mereka nanti akan diganti oleh pemerintah kan,” ungkap Mulyadi kepada medpolindo.com usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi XII ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (15/11/2024).

    Mulyadi menilai bahwa perlu dilakukan berbagai pertimbangan untuk bisa menjawab migrasi pengelolaan Blok Rokan ke Cost Recovery ini. Mulai dari permintaan lifting oleh pemerintah hingga prospek ke depannya.

    “Nah jadi memang ini akan kita lakukan diskusi yang mendalam ya nanti kita ingin melihat parameternya secara kecil, sekaligus juga saya ingin melihat cost recovery mereka secara detail, supaya kita bisa menganalisisnya secara baik” tambah Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

    Seperti yang diketahui, skema kontrak gross split sendiri merupakan skema di mana seluruh biaya operasi menjadi tanggung jawab penuh dari Pertamina. Sebagai konsekuensinya, bagi hasil yang diterima oleh Pertamina menjadi lebih besar. Namun presentase resiko yang dihadapi sangat tinggi Sebaliknya, melalui skema cost recovery, risiko tinggi itu bisa dibagi dengan pemerintah. Ini yang dinilai lebih membuat para kontraktor mau berinvestasi. 

    DPR RI Indonesia Pertamina Hulu Energi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

    30 April 2026

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

    30 April 20260

    Kawendra Serap Aspirasi di Maluku Utara, Soroti Elektrifikasi hingga Pengelolaan Sampah

    29 April 20260

    Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja Cerminkan Kegagalan Sistem: Bongkar dan Evaluasi!

    29 April 20260

    Penanganan Korban Kecelakaan KRL dan Evaluasi Jalur Bekasi Harus Jadi Prioritas

    29 April 20260

    Legislator Dorong Investigasi & Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta

    28 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?