Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi XI Ingatkan Pentingnya Evaluasi RPJMN untuk Pembangunan
    DPR

    Komisi XI Ingatkan Pentingnya Evaluasi RPJMN untuk Pembangunan

    redaksiBy redaksi12 November 202452 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri sampaikan pentingnya evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 sebelum menuju RPJMN periode berikutnya. Menurutnya, ini adalah proses awal menuju pembangunan kedepan, mengingat pemerintahan presiden Prabowo memiliki target yang cukup ambisius, sehingga seluruh pihak harus benar-benar mendukung dan memastikan target ini bisa tercapai.


    ”Misalnya pertumbuhan ekonomi 8 persen. Nah oleh karenanya kita kan harus melihat dalam 5 tahun terakhir kemarin itu 2019-2024 itu seperti apa, sehingga kita startnya itu menjadi lebih jelas,” kata Hanif dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS RI terkait Capaian Target RPJMN 2019 – 2024 dan Rencana Penyusunan RPJMN 2025 – 2029, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa, (12/11/2024).


    Politisi Fraksi PKB ini mengungkapkan penting untuk mengetahui sektor mana saja yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dan lain sebagainya. Hal ini penting untuk memastikan agar ke depan ini seluruh rencana pembangunan nasional bisa berjalan sesuai dengan target.


    Legislator Dapil Jawa Tengah X ini mengungkapkan potensi masalah yang bisa menghambat RPJMN kedepan bisa saja muncul dari masalah internal. Misalnya saja, muncul dari besarnya struktur kelembagaan atau kementerian saat ini.


    ”Kelembagaan yang kecil saja problemnya besar. Nah sekarang kelembagaannya kan menjadi lebih luas, katakanlah begitu. Nah ini kan juga menciptakan problem tersendiri sehingga memerlukan kewenangan yang dalam tanda petik itu lebih untuk memastikan agar seluruh perencanaan pembangunan nasional itu benar-benar bisa dijalankan oleh semua kementerian dan lembaga. Kemudian juga bisa disinkronisasikan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

    DPR RI Hanif Dhakiri rpjmn
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Li Claudia Chandra, Wajah Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

    16 April 2026

    Terima KWP Award, Ibas Berkomitmen Terus Kawal Pengembangan Ekonomi Pedesaan

    16 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Li Claudia Chandra, Wajah Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Award 2026

    16 April 20260

    Terima KWP Award, Ibas Berkomitmen Terus Kawal Pengembangan Ekonomi Pedesaan

    16 April 20260

    Terima KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

    16 April 20260

    Terima KWP Award 2026 di Senayan, Johannes Rettob: Motivasi untuk Mimika yang Lebih Baik

    16 April 20261

    Sugiat Santoso Terima Penghargaan Legislator Peduli HAM dari KWP 2026

    16 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?