Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Johan Rosihan: Kinerja Bulog Selama ini Tidak Sesuai dengan Visinya
    DPR

    Johan Rosihan: Kinerja Bulog Selama ini Tidak Sesuai dengan Visinya

    redaksiBy redaksi6 November 202452 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan menilai kinerja Bulog sejauh ini tidak sesuai dengan visi Bulog. Menurutnya, Bulog dibentuk menjadi pemimpin rantai pasok pangan yang terpercaya. Karena itu, tegasnya, banyak aspek yang harus diperbaiki sebagai prioritas kinerja bulog ke depan.

    Hal itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV bersama Jajaran Direksi Perum Bulog di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa, (05/11/2024).

    “Kinerja Bulog telah menegasikan visi tersebut sebab jika dilihat dari ketersediaan pangan maka faktanya kita temukan realisasi impor beras 2024 totalnya telah mencapai 2,9 juta ton,” ucap Johan dalam keterangan tertulis kepada medpolindo.com, di Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Johan menegaskan bahwa Bulog terlihat tidak kompatibel dengan semangat pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang bercita-cita mencapai swasembada pangan.

    ”Saya ingin mengajukan pertanyaan mendasar kepada Bulog, apa pemahaman swasembada pangan menurut Bulog? Apa rencana transformasi Bulog untuk mendukung tercapainya swasembada pangan dalam empat tahun ke depan?,” tanya Johan

    Politisi Fraksi PKS ini merasa prihatin mengingatkan bahwa impor beras yang telah dilakukan Bulog, menyebabkan kesejahteraan petani semakin merosot sebab beras lokal petani lebih mahal kalah bersaing dengan beras impor sehingga membuat para petani merugi.

    Bahkan menurutnya, selama ini pemenuhan cadangan beras pemerintah (CBP) selalu berasal dari impor dan gagal menyerap pasokan beras petani lokal secara optimal. Maka dari itu, Johan menantang keberanian Bulog untuk menyatakan bahwa tahun 2025 akan berkomitmen mengisi cadangan beras pemerintah (CBP) yang sepenuhnya berasal dari petani lokal.

    ”Apakah Bulog berani menegaskan tahun 2025 akan menyerap gabah petani untuk CBP dan menghentikan impor demi semangat swasembada pangan,” tegas Johan.

    Ia pun menilai bahwa negara Indonesia berpotensi menjadi tiga besar produsen beras terbesar di dunia dengan produksi saat ini sekitar 54,65 juta ton padi, maka menurutnya harus ada kebijakan tegas untuk menghentikan impor beras di tanah air.

    Terakhir, Johan sepenuhnya akan mendukung Bulog jika berkomitmen melakukan transformasi organisasi demi cita-cita swasembada pangan.

    ”Jika Bulog memiliki kendala regulasi yang menghalangi kinerjanya maka saya nyatakan Komisi IV siap bersama-sama untuk menjadikan Bulog punya kewenangan kuat untuk berperan aktif dalam mencapai swasembada pangan nasional,” demikian tutup Johan Rosihan.

    DPR RI Johan Rosihan Rapat Dengar Pendapat (RDP)
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 2026

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    GoTo Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Lewat BPJS Hingga Bursa Kerja

    28 Januari 20264

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 20260

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 20260

    Sampaikan Empati Mendalam, Mori Hanafi: Fasilitas Bandara Mewah Tak Berarti Tanpa Jaminan Keamanan Penumpang!

    18 Januari 20260

    Tuntutan Publik Era Digital ‘Luar Nalar’, Aria Bima: Kantor Pertanahan Tak Bisa Lagi Pakai Cara Konservatif!

    18 Januari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?