Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Eliminasi TBC Demi Indonesia Jadi Kuat, DPR Luncurkan Kaukus Tuberkulosis
    DPR

    Eliminasi TBC Demi Indonesia Jadi Kuat, DPR Luncurkan Kaukus Tuberkulosis

    redaksiBy redaksi19 Agustus 202423 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    DPRI RI bersama Global Health Strategies (GHS) meluncurkan Kaukus Tuberkulosis di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2024). Agenda yang mengusung tema “Eliminasi TBC 2030: Nusantara Sehat, Indonesia Kuat” ini bertujuan memperkuat komitmen parlemen untuk memerangi tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

    Membidangi pengawasan sektor kesehatan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena akan mendukung penuh setiap upaya pemberantasan tuberkulosis di Indonesia melalui pengembangan kebijakan berbasis data dan bukti sains yang kuat. Menurutnya, hal ini penting agar strategi pencegahan maupun penangan bisa berjalan efektif dan efisien sekaligus diterima dengan baik oleh publik.

    “Kaukus Tuberkulosis DPR Rl juga akan mendukung inovasi dalam penanganan tuberkulosis, termasuk pengembangan teknologi mutakhir untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan. Penggantian tes berbasis dahak dengan tes molekuler cepat yang lebih efisien adalah salah satu langkah penting untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan deteksi tuberkulosis,” jelas Melki, sapaan akrabnya, melalui rilis yang disampaikan kepada medpolindo.com, di Jakarta.

    Perlu diketahui, penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan data WHO Global TB Report 2023, ada 10,6 juta orang di dunia yang jatuh sakit karena TBC. Selain itu, kasus meninggal dunia akibat TBC mencapai 1,3 juta orang. Berangkat dari peristiwa ini, Indonesia menjadi satu negara dari delapan negara yang menyumbang dua pertiga kasus TBC global, dengan beban kasus baru mencapai lebih dari satu juta.

    Berdasarkan laporan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) milik Kementerian Kesehatan tahun 2023, ada sebanyak 821.200. Sebab itu, akselerasi pemberantasan TBC menjadi salah satu prioritas utama bagi presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029 untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia.

    Maka dari itu, pemerintah menargetkan penurunan kejadian TBC menjadi 65 orang per 100.000 penduduk pada tahun 2030. Peluncuran Kaukus Tuberkulosis DPR RI ini menjadi bukti tekad dan semangat untuk melawan TBC secara lebih efektif. Kaukus ini terbuka untuk seluruh fraksi dan komisi sehingga dukungan politik yang terbentuk menjadi berlanjut tanpa henti.

    Selain mengumpulkan dukungan politik, kaukus ini akan berusaha menghapus stigma negatif yang melekat dengan TBC. Stigma ini sering kali menjadi penghalang utama bagi orang dengan TBC untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

    Penghapusan stigma ini menjadi perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari. Dirinya menegaskan kelompok rentan terhadap TBC harus memperoleh dukungan positif agar segera pulih. Dengan adanya kaukus ini, Putih berharap Pemerintah Indonesia beserta Parlemen mendapatkan dukungan penuh dari dunia internasional untuk memerangi TBC.

    “Sampai sekarang, Global TB Caucus telah meluncurkan 60 Kaukus TBC Nasional di seluruh dunia dan lebih dari 2.500 anggota parlemen dari 150 negara telah bergabung dalam jaringan kami”, tuturnya, yang juga selaku Co-Chair of Asia Pacific TB Caucus

    Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menjelaskan bahwa Kaukus Tuberkulosis DPR Rl ini akan menjadi bagian dari jejaring internasional anggota parlemen yang tergabung dalam Global TB Caucus untuk memperkuat komitmen politik lintas wilayah geografis. Baginya, dukungan DPR RI sangat diperlukan untuk memperkuat komitmen politis dan mendukung kerjasama dengan semua pihak yang terlibat. Tidak hanya itu saja, ia menilai Kaukus TBC DPR RI berpeluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan, memperkuat pengawasan, dan memastikan langkah dari program eliminasi TBC mendapatkan sumber daya yang memadai.

    Menanggapi, Co-Chair of Asia Pacific TBC Caucus Warren Entsch berharap peluncuran kaukus ini menjadi pencapaian besar bagi Indonesia untuk memerangi TBC, khususnya Indonesia. “Kaukus hanyalah sebuah platform, yang penting adalah apa yang Anda lakukan dengan platform itu. Bagaimana Anda menggunakan suara Anda untuk berbicara bagi mereka yang tidak memiliki suara untuk ambil tindakan yang mendukung yang sangat membutuhkan dukungan,” tandasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?