Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Peran Penting IPPP dalam Mendukung ‘First-Track Diplomacy’ dengan Negara di Kawasan Pasifik
    DPR

    Peran Penting IPPP dalam Mendukung ‘First-Track Diplomacy’ dengan Negara di Kawasan Pasifik

    redaksiBy redaksi22 Juli 202412 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    DPR RI akan menjadi tuan rumah (host) penyelenggaraan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 yang akan digelar di Indonesia pada 24-26 Juli 2024 mendatang di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk membangun konektivitas antara DPR RI dengan parlemen negara-negara pasifik dalam berbagai kerja sama. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menjelaskan, selain bertujuan meningkatkan kerja sama, agenda tersebut juga guna mendukung first-track diplomacy yang dilakukan pemerintah.

    ”(Selain tiga fungsi parlemen) ada fungsi satu lagi yang memang sifatnya non tradisional, yaitu fungsi diplomasi yang memang sangat penting dilakukan. Kita ingin melakukan peningkatan kerja sama, mendukung first track diplomacy yang dilakukan pemerintah, dan pada ujungnya juga turut membantu engagement Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk negara kawasan pasifik,” katanya dalam rekaman TVR Parlemen yang dikutip medpolindo.com, di Jakarta, Senin (22/7/2024).

    Menurut Politisi Fraksi Partai Demokrat ini, Indonesia harus bisa memanfaatkan forum yang telah berdiri sejak tahun 2018 tersebut, mengingat engagement Indonesia dengan parlemen negara ASEAN sudah terbentuk cukup banyak dan baik. ”Tapi secara khusus negara tetangga kita yang berada di kawasan pasifik memang belum maksimal engagement yang dilakukan,” lanjutnya.

    Putu juga menjelaskan dalam agenda IPPP ke-2 tersebut, Parlemen Indonesia ingin berpartisipasi untuk meningkatkan dan akselerasi kerja sama pembangunan. Oleh karena, menurutnya, Indonesia berbatasan langsung dengan salah satu pintu gerbang negara kepulauan Pasifik, yaitu Papua Nugini.

    ”Papua Nugini termasuk menjadi sebuah negara yang dianggap kakak daripada negara-negara pasifik lainnya karena mungkin jumlah penduduknya, wilayahnya, dan memang konektivitas biasanya mereka sangat berharap dengan negara Papua Nugini. Walaupun kalau menuju negara-negara lain melalui jalur-jalur yang berbeda,” pungkasnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?