Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Ketua BKSAP Puji Langkah Tiga Negara Barat Akui Kedaulatan Palestina
    DPR

    Ketua BKSAP Puji Langkah Tiga Negara Barat Akui Kedaulatan Palestina

    redaksiBy redaksi29 Mei 202403 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Negara Eropa seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, Selasa (28/5/2024), secara resmi mengakui negara Palestina. Kini tercatat total 146 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui negara Palestina. Menyoroti perkembangan isu Palestina, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, memuji langkah ketiga negara Barat tersebut. 

    ”Apresiasi dan dukungan untuk ketiganya, khususnya bagi Kerajaan Spanyol dan Irlandia sebagai negara terbesar dan paling berpengaruh secara politik di Uni Eropa. Dan tentu Norwegia yang merupakan negara damai dan pro perdamaian di Skandinavia,” papar Fadli dalam keterangannya kepada medpolindo.com, Rabu (29/5). 

    Anggota Komisi I DPR RI ini juga mendorong Pemerintah Indonesia memainkan peran sentral di ASEAN terkait Palestina. ”Ada dua negara ASEAN yaitu Singapura dan Myanmar yang belum mengakui Palestina. Dalam konteks ini, kita diharapkan dapat memainkan peran kontributifnya,” imbuhnya.  

    Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 itu mengharapkan negara-negara lain agar segera mengikuti langkah ketiga negara Benua Biru tersebut. ”Bagi negara yang belum mengakui Palestina, ini waktu yang tepat untuk melakukannya. Kami mengapresiasi Slovenia, Malta, dan Perancis yang telah memberikan sinyal positif,” katanya.

    Lebih jauh, dalam pandangan Fadli, peningkatan pengakuan bagi Palestina, khususnya dari negara-negara Barat, tak sekadar desakan urgensi realisasi perdamaian dan solusi dua negara, tapi juga ekspresi kemarahan terhadap kebiadaban Israel. 

    ”Betul bahwa pembicaraan damai telah terhenti sejak 2014. Tapi saya melihat situasi sekarang ini dunia sudah sangat jijik terhadap kekejaman Israel, termasuk dari dunia Barat yang selama ini dinilai sekutu dekat Israel. Kita baru saja melihat tragedi memilukan ketika Minggu (26/8) Israel membombardir kamp pengungsian di Rafah. Tercatat lebih dari 45 terbunuh. Banyak dari mereka terbakar hidup-hidup,” kata Fadli.

    Pada sisi lain, politisi yang juga Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina itu menilai bahwa mayoritas komunitas internasional menginginkan Palestina yang berdaulat. 

    ”Jumlah 146 dari 193 negara anggota PBB yang telah mengakui Palestina tersebut tak hanya bermakna angka, tapi itu penegasan bahwa lebih dari 75 persen negara di dunia ini sudah bersama Palestina. Kebenaran tak bisa ditutup-tutupi lagi. AS dan Inggris bisa semakin kehilangan kredibilitas dan reputasinya di level global. Bahkan negara-negara yang belum mengakui Palestina akan kehilangan kompas moral mereka untuk bicara demokrasi dan hak asasi manusia,” Fadli menegaskan. 

    Hal lain lagi, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mendukung peran aktif Pemerintah Indonesia di OKI dalam upaya menjalin dialog soal Palestina dengan Uni Eropa. 

    ”Gagasan dialog OKI dan Uni Eropa terkait Palestina baru-baru ini sangat positif. Tentu kami di parlemen memiliki komitmen mendukung gagasan tersebut. Mengingat DPR akan menjadi Presiden Parliamentary Union of the OIC (PUIC) atau Parlemen OKI tahun depan sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensinya, kami akan mengundang secara khusus representasi Parlemen Eropa dalam kerangka menggalang dukungan untuk Palestina,” ungkapnya.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Sari Yuliati: Kepercayaan Publik Harus Dijaga lewat Reformasi dan Akuntabilitas Polri

    27 Juni 20262

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?