Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Suhardi Duka: Distribusi Pupuk Subsidi Masih Terkendala
    DPR

    Suhardi Duka: Distribusi Pupuk Subsidi Masih Terkendala

    redaksiBy redaksi29 April 202442 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka, menilai manajemen distribusi pupuk subsidi masih ada kendala sehingga masih banyak dikeluhkan kekurangan atau kelangkaan pupuk di petani. Suhardi sampaikan bahwa Menteri Pertanian telah mengungkapkan bahwa jumlah pupuk subsidi pada tahun ini meningkat signifikan lebih dari 100% menjadi 9,5 juta ton dari tahun sebelumnya.

    Suhardi juga menyoroti masalah akses petani terhadap pupuk subsidi yang terhambat oleh birokrasi dan penggunaan teknologi. “Kami memahami bahwa Kartu Tani memiliki tujuan baik untuk memastikan distribusi pupuk lebih tertarget dan terorganisir. Namun, implementasinya seringkali tidak praktis di semua wilayah, terutama di daerah yang petaninya belum familiar dengan teknologi seperti penggunaan PIN,” jelas Suhardi, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (29/4/2024).

    Menurut Suhardi, permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua petani bisa mengakses pupuk yang seharusnya mereka terima. “Masalahnya adalah, meskipun pupuk tersedia, petani tidak bisa mengambilnya karena terkendala proses birokrasi dan teknologi yang belum sesuai dengan kondisi di beberapa daerah,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Suhardi menyarankan untuk melibatkan lebih banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam distribusi pupuk. “BUMDes bisa menjadi agen pupuk di desa, dan kepala desa yang mengetahui kondisi warganya bisa lebih efektif dalam mengidentifikasi siapa yang berhak menerima pupuk subsidi,” saran Suhardi.

    Suhardi menambahkan bahwa masalah ini harus segera dicari solusinya oleh mitra kerja di Kementerian Pertanian dan BUMN untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi benar-benar bisa diakses oleh petani yang membutuhkannya. “Kami di Komisi IV terus mendorong agar distribusi pupuk lebih mudah dan dapat diakses oleh semua petani yang membutuhkan,” tegasnya.

    Dengan peningkatan kuantitas pupuk subsidi yang signifikan, diharapkan pemerintah dapat mengoptimalkan distribusi sehingga tidak ada gap antara ketersediaan dan aksesibilitas di lapangan bagi para petani di seluruh Indonesia.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga sampaikan bahwa Pupuk yang awalnya hanya 30% sekarang mencapai 9,5 juta Ton. “Jadi hampir semua ter-cover, 2023 memang ini hanya 30% lebih yang dapat jatah pupuk bersubsidi,” tutupnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 2026

    Kartini dan Amanah Peradaban: Memuliakan Ilmu, Menguatkan Bangsa

    21 April 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Tangis Haru di Paripurna: Perjuangan Panjang PRT Berbuah Pengesahan UU

    22 April 20260

    Kartini dan Amanah Peradaban: Memuliakan Ilmu, Menguatkan Bangsa

    21 April 20260

    One Stop Service Haji Harus Didukung Profesionalisme Petugas

    21 April 20260

    Ketua DPR Pastikan Komunikasi Politik Pembahasan RUU Pemilu Terus Berjalan

    21 April 20260

    MBG Angin Segar untuk Petani & UMKM Lokal

    20 April 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?