Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Cegah Perundungan, Ledia Dorong Sinergi Guru dan Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter
    DPR

    Cegah Perundungan, Ledia Dorong Sinergi Guru dan Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter

    redaksiBy redaksi28 Februari 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mendorong sinergi guru dan orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter anak. Pasalnya, peran guru dan lingkungan sekolah juga mempengaruhi perkembangan karakter anak, meski pembentukan karakter dan pendidikan moral anak dimulai di lingkungan keluarga.

    Hal itu disampaikannya merespon kejadian perundungan yang belakangan ini kerap kali terjadi di masyarakat seperti perundungan di salah satu sekolah swasta maupun perundungan yang terjadi di pondok pesantren hingga memakan korban.

    “Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua dan guru diperlukan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang menunjang pembentukan karakter dan moral pada anak. Kita harus mengatakan bahwa ada yang hilang dari proses pendidikan karakter. Kalau kami sampaikan di Komisi X ya dalam rapat dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan-Ristek itu, mereka punya pusat penguatan karakter tapi pendekatannya adalah sosial media,“ ujar Ledia dalam keterangan video dari TVR Parlemen yang dikutip, di Jakarta, Rabu (28/2/2024)

    “Harusnya semua membangun satu ekosistem pendidikan yang baik. Nah pendidikan karakter itu memang harus setiap hari”

    Meski demikian, ia melanjutkan bahwa yang namanya karakter itu harus dibangun dan dilatih setiap hari. Terlebih, menurutnya, dalam konsep Trigatra Pendidikan itu terdapat keterlibatan sekolah, orang tua, dan lingkungan siswa itu sendiri.

    “Harusnya semua membangun satu ekosistem pendidikan yang baik. Nah pendidikan karakter itu memang harus setiap hari,” ungkap Politisi Fraksi PKS itu.

    Maka dari itu, menurutnya Kemendikbud-Ristek perlu turut berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter anak melalui bimbingan konseling yang dimulai dari tingkat Sekolah Dasar. Adapun berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia kasus perundungan mengalami kenaikan dan mencapai 226 kasus pada Tahun 2022.

    Ledia berharap penguatan pendidikan karakter pada anak dapat menekan kasus perundungan di Indonesia.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?