Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi XI Jelaskan Alasan Pertumbuhan Indonesia Kalah dengan Vietnam
    DPR

    Komisi XI Jelaskan Alasan Pertumbuhan Indonesia Kalah dengan Vietnam

    redaksiBy redaksi22 Agustus 202302 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Merujuk pada laporan Bank Dunia, Vietnam berhasil menorehkan angka pertumbuhan mencapai 8 persen pada tahun 2022 lalu, sedangkan Indonesia berhasil tumbuh di angka 5,3%.

    Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun angkat bicara menanggapi hal tersebut, menurutnya, kondisi ekonomi yang terjadi di Vietnam saat ini, persis dengan yang terjadi di Indonesia pada dekade 1980-1990an.

    “Vietnam itu kalau dilihat dari industrinya misalnya sepatu sangat banyak. Di Indonesia sudah sangat jarang. (Industri) garmen juga pindah ke Vietnam. Kenapa? Karena mereka padat karya, Indonesia butuh padat modal. Infrastruktur di Vietnam sama dengan infrastruktur di Indonesia tahun 90an,” ujar menjawab sebuah pertanyaan yang disampaikan di salah satu radio nasional, di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

    Karena itu, Politisi Partai Golkar ini menilai jika pendapatan per kapita masyarakat Indonesia berhasil melewati 5.000 dolar AS di tahun 2024 maka sudah mencapai level yang sangat bagus.

    Ia menambahkan bahwa pendapatan negara sempat mengalami penurunan ketika seluruh dunia mengalami konsolidasi kebijakan makro ekonomi di masa pandemi Covid-19. Seluruh negara di Eropa dan Amerika, tambahnya, masih merasakan efek dari resesi global itu hingga kini.

    “Indonesia sudah recovery sangat cepat. Indonesia karena banyak topangan konsumsi dalam negeri. Konsumsi belanja rumah tangga, di mana pendapatan masyarakatnya bagus dan mereka spending. Mereka membeli beras, sabun, minyak gula, itu ternyata memberikan dampak yang luar biasa. Motor ekonomi kita adalah konsumsi dalam negeri,” tutup Legislator Dapil Jawa Timur ini.

    Dilansir dari situs resmi bank dunia, selain Vietnam beberapa negara ASEAN yang mencapai pertumbuhan PDB di atas 7 persen pada 2022 adalah Malaysia dan Filipina. Sedangkan Singapura hanya mengalami pertumbuhan sebesar 3,6 persen.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Tiap Tahun Bahas Anggaran, Pusat Diberikan Porsi Besar: Harusnya Daerah Lebih Berdaya!

    31 Juli 2026

    Abdul Fikri: Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan

    31 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Tiap Tahun Bahas Anggaran, Pusat Diberikan Porsi Besar: Harusnya Daerah Lebih Berdaya!

    31 Juli 20260

    Abdul Fikri: Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan

    31 Juli 20260

    Putusan MK Jadi Momentum Kembalikan Anggaran Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM

    30 Juli 20260

    Banyak Spekulasi Liar Berkembang, Usut Tuntas Kematian Karumga Eks Jampidsus!

    30 Juli 20260

    Lestari Moerdijat: TPPO Pengkhianatan terhadap Konstitusi dan Kemanusiaan

    30 Juli 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?