Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi IV: Pupuk Biosaka Terbukti Menyuburkan Tanaman Kedelai
    DPR

    Komisi IV: Pupuk Biosaka Terbukti Menyuburkan Tanaman Kedelai

    redaksiBy redaksi18 Juli 202332 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini sedang giat menanam bibit kedelai di areal persawahan pasca panen padi. Para petani setempat meramu sendiri semacam pupuk organik yang diberi nama Biosaka. Dengan Biosaka, terbukti tanaman kedelai tumbuh subur dan menghasilkan polong kedelai yang besar dan banyak.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengungkapkan hal ini saat memimpin delegasi Komisi IV melihat langsung tanaman kedelai yang tumbuh subur. Kebetulan, kali pertama Demak secara massal menanam varitas kedelai. “Bagi Kabupaten Dema k, ini baru pertama kali menanam kedelai. Biasanya mereka menanam kacang hijau. Menurut saya bagus. Kalau dilihat dari umur yang satu setengah bulan, polongnya sudah banyak dan besar-besar. Estimasi proyeksinya bagus,” ujar Anggia kepada Medpolindo.com, Senin (17/7/2023).

    Dijelaskan Anggia, Biosaka sendiri sebetulnya bukan pupuk atau pestisida, tapi elisitor yang mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida hingga 50 sampai 90 persen. Biosaka juga terbukti meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan lebih subur,. Tanaman kedelai di Demak juga tak terpengaruh dengan iklim cuaca.

    Anggia melihat, pertumbuhan akar tanaman kedelai yang menggunakan Biosaka, ternyata serabut akarnya lebih banyak daripada yang tidak mengaplikasikan Biosaka. Sehingga, serabut akar itu mengalirkan nutrisi lebih banyak ke batang tanaman “Tadi kita lihat yang menggunakan pupuk organik dan non organik. Ternyata pakai Biosaka itu bagus. Iklim cuaca tidak terlalu berefek. Ini belum saatnya panen, tapi melihat hasilnya sangat bagus,” ungkap Anggota F-PKB DPR RI ini.

    Biosaka, lanjut Anggia, bukan produk pabrikan yang diproduksi secara massal. Tapi, masih diproduksi secara terbatas dan mandiri oleh para petani. Biosaka kelak akan diserahkan ke kementerian terkait untuk diteliti dan ditindaklanjuti produksinya. “Jika itu nanti memberikan harapan kepada petani, kenapa tidak (diproduksi massal),” ujar legislator Jatim VI ini.

    Dari keterangan literatur, Biosaka diambil dari 2 suku kata, yaitu Bio berarti hidup dan Saka singkatan dari selamatkan alam. Biosaka sekali lagi adalah elisitor, yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi dan morfologi pada tanaman, sehingga menjadi lebih baik. Ia memberikan sinyal positif bagi membran sel pada akar, sehingga lebih energik dan produktif. Bisa dikatakan, Biosaka adalah produk teknologi terbarukan pada dunia pertanian organik modern. 

    DPR RI Indonesia kedelai
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 2026

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Jangan Terus Menerus Tambal Sulam JKN BPJS Kesehatan Demi Tutup Defisit Rp2 Triliun

    12 Juni 20260

    Netty Aher: Defisit BPJS Kesehatan Jadi Alarm Serius Benahi Sistem JKN Nasional

    12 Juni 20260

    Irma Suryani: Jangan Abaikan Hak Pesangon 700 Pekerja Papua

    12 Juni 20260

    DPR RI Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    12 Juni 20260

    Soroti Klaim BPJS Kesehatan, Heru Tjahjono : Ini Bukan Hanya Soal Angka

    11 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?