Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Ingatkan Soal Darurat Pangan, Sultan Minta Pemerintah Tingkatkan Investasi dan Insentif Fiskal Sektor Pertanian
    DPD

    Ingatkan Soal Darurat Pangan, Sultan Minta Pemerintah Tingkatkan Investasi dan Insentif Fiskal Sektor Pertanian

    redaksiBy redaksi7 Juli 202302 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta Pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran dan menarik lebih banyak investasi untuk pembangunan sektor pertanian pangan nasional.

    Hal ini disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu menyusul adanya indikasi darurat importasi produk pangan strategis yang berdampak pada ketahanan pangan nasional saat ini.

    Diketahui, Dalam 11 tahun terakhir, Indonesia telah menghabiskan US$84,8 miliar atau setara Rp1,272 triliun untuk hanya berbelanja enam dari sembilan barang kebutuhan pokok/sembako-beras, susu, bawang, garam, daging dan gula dari pasar internasional.

    “Ketahanan Pangan Nasional suatu negara sangat menentukan kualitas pembangunan SDM dan kesejahteraan sosial mayoritas penduduk. Sehingg, seharusnya Sektor pertanian pangan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan struktur ekonomi Nasional”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Jum’at (07/07).

    Oleh karena itu, lanjut Sultan, ketika semua negara mulai memberlakukan kebijakan proteksionis pada produk pangan akibat ancaman perang atau perubahan iklim, maka sudah seharusnya Pemerintah Indonesia melakukan evaluasi guna mendorong akselerasi pembangunan pertanian khususnya subsektor pangan.

    “Terutama pada dukungan anggaran dan penyiapan SDM. Sistem pertanian yang padat modal dengan pendekatan mekanisasi harus didorong agar produktivitas pangan nasional bisa memenuhi kebutuhan nasional”, tegasnya.

    Menurutnya, saat ini pemerintah cenderung abai dengan pembangunan sektor pertanian dan pangan karena mengharapkan pasokan dari negara lain yang harganya lebih murah. Hal ini terbukti dengan kebijakan pengurangan subsidi pupuk dan anggaran lainnya yang terkait dengan pembangunan sektor pertanian.

    “Politik anggaran kita cukup pelit untuk membangun sistem pertanian yang modern dan produktif. Di samping banyak agenda ketahanan pangan pemerintah yang belum efektif”, tutupnya.

    DPD RI Indonesia SDM
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 2026

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fikri Faqih Ingatkan Naturalisasi Tak Boleh Hambat Pembinaan Pemain Lokal

    22 Juni 20260

    Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

    22 Juni 20260

    bdullah: Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Dikenakan Pasal Berlapis

    22 Juni 20260

    Jangan Hanya Geledah Kantor, KPK Harus Periksa Seluruh Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Bali

    21 Juni 20260

    Ateng Sutisna Desak Perlu Perkuat Pembinaan Demi Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat

    21 Juni 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?