Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Zainuddin Ingatkan Semua Pihak untuk Tidak Mencoba Berani Paksakan Kebijakan Monolitik
    DPR

    Zainuddin Ingatkan Semua Pihak untuk Tidak Mencoba Berani Paksakan Kebijakan Monolitik

    redaksiBy redaksi2 Maret 202332 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota DPR RI Zainuddin Maliki./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota DPR RI Zainuddin Maliki mengingatkan semua pihak untuk tidak mencoba berani memaksakan kebijakan monolitik, memaksa bersatu tanpa perbedaan. Negeri ini hanya akan kuat jika persatuan yang dibangun berbasis pengakuan terhadap berbagai perbedaan, suku, ras, bahasa maupun agama. Hal itu dimaksudkan guna menumbuhkan persatuan yang genuine (sejati), dan kokoh. 

    Sehingga, kedewasaan masyarakat untuk bersatu di tengah perbedaan harus diperkuat, menurutnya.

    “Persatuan yang genuine dan kokoh itulah yang bisa dijadikan modal berharga untuk meraih cita-cita nasional sebagaimana digariskan oleh para founding fathers kita yaitu menjadikan negara kesatuan Republik Indonesia yang kuat, adil, sejahtera dan berkemajuan,” ungkap Zainuddin Maliki, dalam keterangan yang diterima tim Parlementaria, Kamis (2/3/2023).

    Ia menjelaskan bahwa Indonesia pernah mencatat sejarah adanya sebuah rezim yang berkuasa tiga dekade, namun akhirnya runtuh. Rezim tersebut yakni Orde Baru. Ia menilai, hal itu disebabkan karena masyarakat dipaksa untuk bersatu tanpa memberi ruang tumbuhnya pengakuan terhadap perbedaan sebagaimana mestinya. “Rezim Orde Baru take off (lepas landas) dengan benar, tetapi landing (mendarat) dengan salah,” imbuhnya

    Diketahui, Zainuddin Maliki melakukan Sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, di Gresik, Rabu (1/3/2023) lalu. dalam kegiatan yang dihadiri tokoh-tokoh partai politik, alumni Sekolah Pasca Sarjana Unair tersebut ia memaparkan, setidaknya di akhir  pemerintahan, Orde Baru memilih strategi bersatu tanpa perbedaan,  dengan menjalin korporasi, mobilisasi, dan bahkan dengan sejumlah tindakan kekerasan. “Akibatnya yang muncul kemudian adalah persatuan semu dan menyebarnya ketidakpuasan,” tegas anggota Legislator Dapil Jatim X itu.

    Sebenarnya, ungkap Zainuddin, rezim Orde Baru yang berkuasa selama tiga dekade itu memulai pemerintahannya dengan strategi yang benar dengan berpegang pada prinsip-prinsip pluralisme dan pemerintahan yang demokratis. Perbedaan pun diakui. Aspirasi politik disalurkan dalam berbagai partai politik. Sehingga tahun 1971 tak kurang dari 10 partai tercatat sebagai peserta pemilu.

    Tetapi setelah terjadi penyederhanaan partai dengan cara melakukan fusi sejumlah partai, juga penunggalan azas, dirinya mengungkapkan bahwa  pluralisme pun menjadi terberangus. Perkembangan politik di negara ini kemudian menjadi monolitik. “Dari sinilah kemudian memicu penyebaran ketidakpuasan masyarakat yang berakhir dengan munculnya gerakan reformasi 1998. Rezim yang berkuasa tiga dekade itu pun terpaksa harus landing dengan cara yang salah,” tambahnya. 

    Anggota DPR RI Zainuddin Maliki DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Baleg Dorong Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat, Tekankan Kepastian Hukum dan Kearifan Lokal

    7 Mei 2026

    PLN Perlu Percepat Efisiensi Pembangkit dan Tinggalkan BBM di Tengah Lonjakan Harga Energi

    7 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    BNI Kembali Diakui LinkedIn Talent Awards, Bukti Konsistensi Transformasi SDM Digital

    11 Mei 20260

    Baleg Dorong Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat, Tekankan Kepastian Hukum dan Kearifan Lokal

    7 Mei 20260

    PLN Perlu Percepat Efisiensi Pembangkit dan Tinggalkan BBM di Tengah Lonjakan Harga Energi

    7 Mei 20260

    Riyono Caping: Subsidi Solar Harus Tetap Ada untuk Nelayan Kecil

    7 Mei 20260

    Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

    6 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?