Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Netty Aher Nilai Sistem Kesehatan Indonesia Masih Rentan
    DPR

    Netty Aher Nilai Sistem Kesehatan Indonesia Masih Rentan

    redaksiBy redaksi2 Maret 202302 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. /Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai bahwa sistem kesehatan Indonesia masih rentan untuk menghadapi virus-virus yang berpotensi menjadi pandemi. Terkait hal ini, Netty meminta pemerintah agar menyiapkan langkah antisipasi penyebaran virus Marburg yang telah menelan korban jiwa di Guinea, Afrika Barat.

    “Virus ini sangat menular dan mirip dengan Ebola. WHO menyebutkan tingkat kematian akibat virus ini dapat mencapai 88 persen. Orang yang terinfeksi akan mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, diare hingga muntah darah,” ujar Netty dalam keterangan tertulis yang diterima medpolindo.com pada Rabu (1/3/2023).

    Netty menuturkan, meski belum ada kasus di Indonesia dan negara-negara sekitar, pemerintah harus tetap waspada dan tidak boleh menganggapnya enteng atau sepele. Kemenkes harus segera melakukan pencegahan dari hulu sampai ke hilir. Pemerintah, kata Netty juga harus belajar dari kasus pandemi Covid-19 untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi.

    “Sampai saat ini sistem kesehatan nasional kita masih belum kuat. Kita masih rentan terhadap pandemi, sistem pencegahan pun masih lemah. Tracing dan tracking atas kejadian atau kasus belum maksimal,” kata Netty.

    Salah satu gerakan dalam aspek pencegahan yang perlu dimasifkan Kemenkes, kata Netty, ialah edukasi soal virus marburg ke masyarakat. “Apakah Kemenkes sudah memiliki prosedur yang efektif guna mengedukasi masyarakat soal virus ini? Jangan sampai masyarakat panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kasus,” tambah Netty.

    Anggota DPR Daerah pemilihan Kab/Kota Cirebon-Indramayu ini juga mengingatkan pemerintah soal akses masuk dari dan menuju Afrika. “Awasi para pelaku perjalanan yang berasal dari negara-negara di Afrika. Jangan sampai kita kembali terlambat mengantisipasi dan kecolongan yang berujung pada tidak terkendalinya kasus,” ujar Politisi dari Fraksi PKS ini.

    “Apalagi sistem kesehatan kita masih rentan, surveilans kesehatan belum didukung dengan sumber daya dan teknologi yang baik, seperti dalam pintu masuk dari luar negeri,” pungkasnya.

    Anggota Komisi IX DPR RI DPR RI Indonesia Kesehatan
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Legislator Imbau Masyarakat Tak Takut Berikan Data ke BPS

    14 Mei 2026

    RUU Statistik Ditargetkan Rampung 2026, BPS Akan Diperkuat

    14 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Legislator Imbau Masyarakat Tak Takut Berikan Data ke BPS

    14 Mei 20260

    RUU Statistik Ditargetkan Rampung 2026, BPS Akan Diperkuat

    14 Mei 20260

    Nasir Djamil Soroti Peran TI di MA, Jaga Kualitas Putusan & Kepercayaan Publik

    14 Mei 20260

    Aprozi Alam: DPR Dukung Penuh Pelayanan Jemaah Haji 2026

    13 Mei 20260

    Gerak Timwas Haji DPR, Pengawasan Dimulai Sejak Jemaah Berangkat dari Tanah Air

    13 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?