Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Berlarutnya Penyelesaian Konflik di Palestina Jadi Luka Terburuk Pelanggaran HAM Dunia
    DPR

    Berlarutnya Penyelesaian Konflik di Palestina Jadi Luka Terburuk Pelanggaran HAM Dunia

    redaksiBy redaksi11 November 202302 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Badan Kerja Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Hugua menyerukan komunitas internasional untuk menghentikan peperangan yang kini terjadi Palestina. Baginya, jika dibiarkan berlarut, akan menjadi luka terburuk dari kasus HAM dunia. 

    Demikian pernyataan tersebut ia sampaikan kepada Parlementaria usai mengikuti forum Asian Parliamentary Assembly (APA), Baghdad, Irak, Jumat (10/11/2023). Ia sepakat kekerasan perang yang dilakukan oleh Israel adalah upaya untuk mengokupasi wilayah Palestina.

    “Seluruh komunitas global untuk segera menghentikan perang yang ada di Palestina. Ini merupakan pelanggaran HAM terberat, karena ini (adalah) agresi Israel yang tidak mengenal perikemanusiaan,” tutur Hugua.

    “Saya menekan dan mengimbau kepada seluruh komunitas internasional untuk mengakui kedaulatan negara Palestina”

    Sebagai bagian bangsa Indonesia, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menyakini bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Sebab itu, dirinya mendukung kedaulatan Palestina. 

    Ia pun menerangkan bahwa Majelis Umum PBB telah memberikan suara untuk mendukung resolusi yang menegaskan kedaulatan rakyat Palestina atas sumber daya alam mereka. Di mana, sebutnya, dalam keputusan Majelis Umum tersebut terdiri 151 negara setuju, 6 negara menolak, dan 11 negara abstain.

    Oleh karena itu, Hugua menegaskan komunitas internasional menghormati sekaligus mendukung keputusan tersebut. “Saya menekan dan mengimbau kepada seluruh komunitas internasional (untuk) mengakui kedaulatan negara Palestina,” ungkapnya.

    Mengetahui kondisi di Palestina kian mengkhawatirkan akibat serangan Israel yang bertubi-tubi, dirinya mengingatkan komunitas internasional untuk memberikan sekaligus mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan. Bantuan ini, nilainya, harus menjadi prioritas utama agar pengungsi dapat terlindungi dan terselamatkan. 

    “Terakhir, saya mengimbau kepada komunitas internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan juga melindungi kawasan-kawasan netral seperti rumah sakit. Terlalu banyak pengungsi kini yang tidak terselamatkan (akibat kekerasan Israel),” tandas legislator daerah pemilihan Sulawesi Tenggara itu

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?