Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Curhat Keluh-Kesah Guru dan Tenaga Kependidikan kepada Anita Jacoba
    DPR

    Curhat Keluh-Kesah Guru dan Tenaga Kependidikan kepada Anita Jacoba

    redaksiBy redaksi8 November 202322 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba menyampaikan beragam keluh-kesah dari Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terkait program-program yang dijalankan oleh Kemdikbudristek. Keluhan yang sangat beragam ini, baginya, harus menjadi bahan evaluasi agar program yang dijalankan menjadi lebih optimal pada tahun mendatang.

    “Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menyulitkan karena memakan waktu enam bulan. Sekolah kosong, guru kurang, anak-anak menjadi terlantar. Jika PPG ini enam bulan, anak-anak kami siapa yang mengajar?” ungkap Anita dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

    Curhat mulai dari Pendidikan Profesi Guru, keterlambatan pencairan dana sertifikasi, hingga tidak adanya formasi guru CPNS di daerah 3T

    Selain soal PPG, curhat lain yang disampaikan kepada Anita Jacoba adalah terkait dana sertifikasi untuk guru yang sering terlambat diterima. Banyak guru, sebutnya, yang sudah tidak merasakan bahagia ketika dana sertifikasi turun karena proses administrasi pembayaran rumit dan memakan waktu lama.

    “Kalau itu memang terlambat di pemerintah daerah, tolong ditegur supaya tidak terlambat. Dana sertifikasi itu jangan dihambat. Jika memang waktunya tiga bulan, cairkan tiga bulan. Ini sudah tiga, enam, sembilan bulan baru dibayar sekaligus. Mereka sudah terlanjur ngutang, Pak” terangnya.

    Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga turut mengajak untuk memberikan perhatian lebih kepada guru di daerah terpencil. Menurutnya, guru di daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T) sudah seharusnya memperoleh keadilan yang sama dengan guru yang ada di daerah lainnya.

    “Guru Matematika dan Bahasa Inggris di daerah terpencil juga mengeluh karena tidak pernah ada formasi (CPNS). Padahal kalau dilihat di ijazahnya linear dengan guru SD. Tapi kenapa matematika dan Bahasa inggris kok tidak ada formasinya untuk sekolah negeri di daerah 3T. Permintaan juga dari guru-guru di daerah terpencil, dana-dana daerah juga mereka tidak dapat,” tukas Legislator Dapil NTT II. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?