Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Di Hari Sumpah Pemuda, Netty: Tekan Potensi Munculnya Anak Stunting
    DPR

    Di Hari Sumpah Pemuda, Netty: Tekan Potensi Munculnya Anak Stunting

    redaksiBy redaksi30 Oktober 202312 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Memaknai momentum Hari Sumpah Pemuda, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendorong pemerintah agar lebih serius mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan masa depan.

    “Salah satu hal yang harus dilakukan ialah dengan menekan potensi munculnya kasus stunting baru. Perlu digencarkan edukasi kepada anak muda agar mereka siap membangun keluarga berkualitas dan sejahtera di masa depan,” ujar Netty dalam keterangan medianya, Minggu, (29/10/2023).

    Menurut Netty, anak-anak muda harus disiapkan menjadi generasi berencana yang keren dengan mencegah pernikahan usia anak, tidak melakukan seks pra nikah serta menjauhi narkotika dan zat adiktif.

    “Pernikahan usia anak berpotensi melahirkan bayi stunting, yaitu, bayi yang mengalami gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronik dan infeksi berulang dalam masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK)-nya,” jelasnya.

    Menurut Netty, angka stunting Indonesia masih di angka 21,6 persen, masih jauh di ambang batas WHO. “Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan untuk masa depan Indonesia, jika 21 dari 100 bayi yang lahir diidentifikasi menderita stunting,” katanya.

    Lebih lanjut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini mengatakan, “SDM Indonesia akan sulit bersaing dengan SDM luar negeri yang didukung oleh pendidikan, kesehatan dan teknologi yang lebih canggih,” katanya.

    “Pemerintah juga harus menyiapkan sarana prasarana pendidikan dan wadah yang memadai untuk meningkatkan kualitas SDM. Kita tentu tidak ingin SDM anak bangsa hanya menjadi penonton di negeri sendiri akibat tidak memiliki pengetahuan dan skill yang memadai untuk mengelola sumber daya alamnya,” tambahnya.

    Anggota DPR RI dari dapil Cirebon-Indramayu ini juga meminta agar BKKBN menggandeng komunitas anak muda untuk menyukseskan program pencegahan stunting. “Para anak muda inilah yang bakal menjadi orang tua di masa datang. Mereka harus dibekali pengetahuan soal stunting, pengasuhan dan pendidikan tumbuh kembang anak yang baik,” pungkas Netty. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 2026

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Fraksi Gerindra DPR RI Tinjau Langsung Gudang Bulog Gumilir

    6 Mei 20260

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?