Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Inflasi Di Daerah 3 T Meningkat Di Atas Rata-rata Nasional, Sultan Minta Pemerintah Tekan Biaya Logistik
    DPD

    Inflasi Di Daerah 3 T Meningkat Di Atas Rata-rata Nasional, Sultan Minta Pemerintah Tekan Biaya Logistik

    redaksiBy redaksi18 Juli 202312 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong pemerintah untuk menurunkan biaya logistik dari kondisi saat ini yang sebesar 22 persen PDB Indonesia.

    Hal disampaikan Sultan menyusul tingginya angka inflasi akibat beban biaya logistik yang tidak efisien di daerah khususnya daerah terdepan terluar dan tertinggal atau daerah 3 T selama ini.

    “Sebagai negara Kepulauan terbesar kami sangat memaklumi dengan realitas biaya logistik yang tidak efisien ini. Tapi bukan berarti hal ini tidak bisa diselesaikan setelah masifnya pembangunan infrastruktur udara, laut dan darat selama ini”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (18/07).

    Mantan ketua HIPMI Bengkulu itu mengungkapkan Inflasi gabungan 3 kota IHK di Provinsi NTT misalnya, pada triwulan I 2023 tercatat sebesar 6,57% (yoy). Tingkat inflasi tersebut tentu sangat tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional sebesar 4,97% (yoy).

    “Tingginya inflasi di daerah kepulauan yang notabene daerah 3 T tersebut tentu sedikit banyak disebabkan oleh tingginya biaya logistik. Masih banyak potensi yang saya kira bisa digunakan sebagai faktor pendongkrak efisiensi biaya logistik”, tegasnya.

    Lebih lanjut, Sultan menerangkan bahwa keberadaan Infrastruktur seharusnya bisa menekan biaya logistik. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pertumbuhan industri dan manufaktur potensi komoditas unggulan di daerah tersebut.

    “Dalam posisi ini, Pemerintah daerah tentu memiliki peran penting dalam menyiapkan komoditas unggulan untuk diperjualbelikan ke daerah lainnya. Sehingga setiap aktivitas logistik memiliki nilai ekonomi yang efisien dan saling menguntungkan”, tutupnya.

    Diketahui, hasil hitungan Bank Dunia soal Logistic Performa Index (LPI) Indonesia di 2023. Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 jeblok. Dari 139 negara, Indonesia menempati peringkat ke-63, turun 17 peringkat dari peringkat ke-45 pada 2018.

    DPD RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Penguatan RUU Satu Data Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

    24 Mei 2026

    Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Minta Semua Pihak Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

    24 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Penguatan RUU Satu Data Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

    24 Mei 20261

    Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Minta Semua Pihak Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

    24 Mei 20261

    Soroti Kerawanan Armuzna, Timwas Haji Minta Mitigasi dan Koordinasi Petugas Diperkuat

    24 Mei 20261

    Libatkan Masyarakat Lokal, Komisi VII Tekankan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Prambanan

    23 Mei 20261

    Rumitnya Perizinan dan Tingginya Biaya Energi Penghambat Daya Saing Industri Tekstil

    23 Mei 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?