Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Tiap Skema Pariwisata Perlu Didasari Referensi Akademik Lembaga Kepariwisataan Internasional
    DPR

    Tiap Skema Pariwisata Perlu Didasari Referensi Akademik Lembaga Kepariwisataan Internasional

    redaksiBy redaksi5 April 202312 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf/Net
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan Komisi X DPR RI sepakat bahwa setiap isu pariwisata dan rencana pengaturannya yang perlu didasari referensi akademik dari lembaga-lembaga kepariwisataan internasional antara lain terkait penentuan lima (5) pilar pariwisata. Selain itu, perlu kajian lebih lanjut terkait substansi antara lain mengenai pengaturan skema penyelamatan pada destinasi wisata alam menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) dengan membentuk tim penyelamatan dan fasilitas pertama kesehatan.

    Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf sebagaimana termaktub dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Panja RUU Kepariwisataan Komisi X DPR RI dengan Eselon I Kemenparekraf dengan agenda pembahasan hasil konsultasi Kemenparekraf/Baparekraf tentang RUU Kepariwisataan yang digelar di Ruang Rapat Komisi X, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

    Lebih lanjut, sambung Legislator Fraksi Partai Demokrat ini, diperlukan peran Pemerintah Pusat, Pemda dan Badan Otorita terkait pembangunan akses dan infrastruktur destinasi perizinan usaha dan retribusi, penguatan teknologi informasi dan mitigasi kebencanaan alam berbasis teknologi.

    Tak hanya itu, Panja RUU Kepariwisataan Komisi X DPR RI mengharapkan Kemenparekraf untuk meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga yang memiliki tugas kepariwisataan dalam penyusunan RUU Kepariwisataan.

    “Agar UU Kepariwisataan ini yang akan dihasilkan komprehensif, terintegrasi dengan sektor lainnya dan mampu mengikat K/L yang terlibat dalam pembangunan kepariwisataan,” tandas Dede.

    Menutup rapat, Dede menyampaikan beberapa catatan.

    “Dengan catatan sedikit saya walaupun tidak tertuang di kesimpulan, tapi saya yakin kalau kita mau mancing ikan paus maka umpannya tidak boleh ikan teri dan itu harus kita dorong melalui desain besar pariwisata nasional. Harap dipikirkan kembali, jangan sampai UU ini hanya menghasilkan business as usual. Kalau perlu, kita bikin omnibus UU Kepariwisataan. Didalamnya nanti ada Badan Otorita, KEK, masuk semua disitu,” usulnya.

    Sebagaimana diketahui, dalam upaya mengembangkan sustainable tourism, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki rencana pengaturan pariwisata antara lain 5 Pilar Pariwisata yang diharapkan bisa membantu pemulihan dan kebangkitan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif pasca pandemi COVID-19, sehingga dapat dirasakan masyarakat. 5 Pilar Pariwisata itu antara lain Sumber Daya Manusia, Inovasi-Digitalisasi-Ekonomi Kreatif, Pemberdayaan Perempuan dan Generasi Muda, Perlindungan Iklim-Konservasi Biodiversitas-Ekonomi Sirkular serta Kerangka Kebijakan, Tata Kelola dan Investasi. 

    DPR RI Ekonomi Kesehatan Pariwisata RUU
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Beban Bencana Jangan Ditanggung Rakyat, Prinsip Pencemar Membayar Harus Ditegakan

    20 Oktober 2026

    Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

    20 Oktober 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Beban Bencana Jangan Ditanggung Rakyat, Prinsip Pencemar Membayar Harus Ditegakan

    20 Oktober 20260

    Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

    20 Oktober 20260

    Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Slamet Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

    20 Oktober 20260

    Kasus DBD Naik, Puan Dorong Peran Puskesmas dan Kader Jumantik Diperkuat

    19 Oktober 20260

    Tutik Kusuma Wardhani Ingatkan Ancaman ISPA Akibat Karhutla, Anak-anak Harus Dilindungi

    19 Oktober 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?