Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk
    DPR

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    redaksiBy redaksi10 September 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera dan Muhammad Khozin serta tim Panja RUU Adminduk saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menyoroti pentingnya penerapan stelsel aktif dan interoperabilitas data dalam Rancangan Undang-Undang Administrasi Kependudukan (RUU Adminduk). Ia menilai salah satu perubahan besar dalam RUU Adminduk adalah pergeseran paradigma dari stelsel pasif menjadi stelsel aktif.
     

    Menurut Legislator Fraksi PKS tersebut, negara harus lebih hadir dan proaktif dalam melayani masyarakat terkait peristiwa kependudukan.

    “Di RUU ini ada perubahan besar, di mana negara yang aktif hadir melayani masyarakat, bukan hanya menunggu masyarakat datang,” ujar Mardani saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) RUU Adminduk ke Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).

    Ia juga menekankan pentingnya interoperabilitas data antar kementerian dan lembaga agar data kependudukan benar-benar bermanfaat dan tidak tumpang tindih. Selain itu, Mardani mengingatkan bahwa kondisi dan kapasitas setiap daerah berbeda-beda, sehingga hal tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan RUU.

    Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin  juga menambahkan bahwa selama ini masyarakat lah yang harus aktif melapor alias stelsel pasif. Karena itu, ia berharap ke depannya, negara yang akan lebih proaktif mendeteksi peristiwa kependudukan seperti kelahiran, kematian, perkawinan, dan perpindahan penduduk.

    Politisi Fraksi PKB ini juga menyoroti pentingnya penguatan kewenangan provinsi dalam koordinasi, supervisi, dan pengawasan terhadap kabupaten/kota. Ia meminta masukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait instrumen apa yang perlu diperkuat dalam RUU agar daya orkestrasi provinsi bisa berjalan lebih efektif dan linear sampai ke tingkat bawah.

    “Kami berharap mendapatkan masukan yang konstruktif dan berbasis kondisi riil di lapangan, supaya produk hukum ini benar-benar menjawab persoalan yang selama ini belum teratasi,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa Pemprov Jatim mendukung penerapan sistem yang lebih aktif. Ia berharap ke depan peristiwa kependudukan dapat tercatat secara otomatis melalui sistem, sebagaimana yang berlaku di negara-negara modern.

    Adhy juga menekankan pentingnya kesamaan format data antarinstansi agar integrasi berjalan lancar, khususnya untuk menghindari kesalahan sasaran dalam pemberian bantuan sosial. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Buka Rakernas AKSI, DPR RI Sambut Baik Peran Desa Dukung Kebijakan Pemerintah

    10 September 2026

    Pencegahan TPPO dan TPPM Diperkuat dari Hulu hingga TPI

    10 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Buka Rakernas AKSI, DPR RI Sambut Baik Peran Desa Dukung Kebijakan Pemerintah

    10 September 20260

    Pencegahan TPPO dan TPPM Diperkuat dari Hulu hingga TPI

    10 September 20260

    Soal Peningkatan Baterai Kendaraan Listrik, Mohammad Toha Soroti Risiko Sampah Berbahaya di Masa Depan

    10 September 20260

    Kebutuhan Menstruasi Perempuan Di Pengungsian Jangan Terlewat

    9 September 20260

    Ketua DPR Tegaskan BNPB Harus Jadi Leading Sector Penanganan Bencana

    9 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?