Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Perlunya Dorong Penguatan Teknologi dan Sumber Air Hadapi Karhutla Kalsel
    DPR

    Perlunya Dorong Penguatan Teknologi dan Sumber Air Hadapi Karhutla Kalsel

    redaksiBy redaksi31 Agustus 202603 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VIII Sudian Noor saat memberikan sambutan dalam agenda Kunjungan Spesifik Komisi VIII di Ruang Rapat Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan perlu diperkuat melalui dua pendekatan, yakni memastikan titik api dapat terdeteksi secara akurat saat kebakaran terjadi serta menjaga ketersediaan sumber air sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.

    Anggota Komisi VIII DPR RI Sudian Noor mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, terutama di kawasan lahan gambut. Salah satunya melalui penggunaan drone termal untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat dari permukaan.

    “Water bombing kalau menurunkan air, di tempat asap bukan di titik yang sebenarnya. Karena melihat asapnya tapi enggak melihat titiknya, itu belum dilengkapi dengan drone thermal tadi,” ujar Sudian saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026).

    Menurut Legislator Fraksi PAN itu, keberadaan thermal drone dapat membantu petugas mengetahui lokasi titik api secara lebih akurat sehingga pengerahan water bombing dapat dilakukan tepat sasaran. Ia pun mendorong agar pengadaan peralatan tersebut segera dilakukan mengingat teknologi menjadi kebutuhan penting dalam penanganan karhutla saat ini.

    “Sekarang musimnya sudah canggih sekali, kita harus menggunakan teknologi yang canggih juga untuk memadamkan api,” tegas Politisi asal Dapil Kalsel II itu.

    Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Endro Hermono menilai penguatan respons pemadaman perlu diimbangi dengan mitigasi jangka panjang, khususnya melalui perawatan sumber-sumber air di kawasan rawan karhutla.

    Menurut Endro, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi lahan gambut. Jika sumber air dan kanal tidak terjaga, gambut akan lebih cepat mengering sehingga meningkatkan risiko kebakaran.

    “Kalau enggak ada air, kanal-kanal yang dibuat itu enggak ada gunanya. Kalau enggak ada air, otomatis level dari gambut itu juga cepat turun,” ujar Politisi Fraksi Gerindra itu.

    Sebaliknya, menurut dia, ketersediaan air yang terjaga dapat mempertahankan kelembapan gambut sehingga potensi munculnya titik api dapat ditekan. Karena itu, perawatan sumber air harus menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla, bukan hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi.

    Endro mengingatkan karhutla merupakan persoalan yang berulang sehingga penanganannya membutuhkan perencanaan jangka panjang dan kerja bersama lintas sektor. Ia mendorong koordinasi dengan komisi lain dan kementerian/lembaga terkait untuk memperkuat pengelolaan sumber air serta kawasan yang rawan terbakar.

    “Memang dalam hal ini, kalau kita merawat sumber, dampaknya tidak langsung, tetapi jangka panjang. Tapi kalau bukan sekarang ini terjadi, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.

    Sudian dan Endro berpandangan, penguatan teknologi deteksi dan pemeliharaan sumber air perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan respons ketika api telah muncul, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Kunjungi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Puteri Komarudin Dorong Pengawasan Diperketat

    31 Agustus 2026

    Karhutla Gambut Kalsel, Abdul Wachid Dorong Penggunaan Teknologi Khusus

    31 Agustus 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kunjungi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Puteri Komarudin Dorong Pengawasan Diperketat

    31 Agustus 20260

    Karhutla Gambut Kalsel, Abdul Wachid Dorong Penggunaan Teknologi Khusus

    31 Agustus 20260

    Soroti Lending Ekraf di Bawah 10 persen, Novita Hardini Nilai IP Bisa Jadi Jaminan

    30 Agustus 20260

    Modifikasi Cuaca Butuh Survei, Hamka B. Kady Wanti-Wanti Anggaran Miliaran Terbuang

    30 Agustus 20260

    668 UMKM Masuk Rantai Pasok Nuanu, Novita Hardini Minta Serapan Lokal Diperluas

    30 Agustus 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?