Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Bukan Sekadar Ramai, Ilham Permana: Pariwisata Harus Berorientasi Nilai Tambah
    DPR

    Bukan Sekadar Ramai, Ilham Permana: Pariwisata Harus Berorientasi Nilai Tambah

    redaksiBy redaksi2 Juli 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana mendorong pemerintah mengubah paradigma pembangunan sektor pariwisata dengan tidak lagi semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, melainkan pada nilai ekonomi yang dihasilkan bagi daerah dan masyarakat.

    Hal tersebut disampaikannya dalam Deputi Bidang Pemasaran, Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata RI, Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba, Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Labuan Bajo Flores, Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Borobudur, Direktur Utama Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), dan Direktur Utama PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

    Menurut Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak lagi cukup diukur dari banyaknya wisatawan yang datang. Pemerintah perlu menjadikan dampak ekonomi sebagai indikator utama dalam mengevaluasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Badan Otorita Pariwisata (BOP). “Jangan lagi kita menilai dari angka jumlah wisatawan, tetapi nilai ekonomi yang dihasilkan yang harus kita kejar,” ujarnya.

    Untuk itu, legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III tersebut mengusulkan agar evaluasi KEK dan BOP menggunakan indikator yang lebih komprehensif, seperti lama tinggal wisatawan (length of stay), rata-rata pengeluaran wisatawan, tingkat okupansi kawasan, kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), hingga penciptaan lapangan kerja.

    Selain itu, Ilham juga menyoroti masih besarnya kesenjangan antara komitmen investasi dan realisasi investasi di sejumlah KEK pariwisata. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka penyebab belum optimalnya realisasi investasi karena keberhasilan pengembangan kawasan tidak dapat diukur hanya dari besarnya komitmen investasi.

    Ia turut menyoroti perkembangan KEK Lido di Kabupaten Bogor yang dinilai belum sesuai dengan harapan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya mekanisme evaluasi yang jelas apabila target investasi maupun pembangunan kawasan tidak berjalan sesuai komitmen awal.

    Lebih lanjut, Politisi Partai Golkar itu mengingatkan agar konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan yang selama ini diusung Kementerian Pariwisata diwujudkan melalui program-program nyata, bukan sekadar menjadi narasi. “Saya berharap konsep keberlanjutan ini tidak hanya menjadi narasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Kendala Lahan Bayangi Program Kampung Nelayan Merah Putih

    11 Juli 2026

    Jaelani Soroti Tumpang Tindih Tambang Nikel dan Kawasan Konservasi di Sultra

    11 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kendala Lahan Bayangi Program Kampung Nelayan Merah Putih

    11 Juli 20260

    Jaelani Soroti Tumpang Tindih Tambang Nikel dan Kawasan Konservasi di Sultra

    11 Juli 20260

    Kaji Investasi Conch Cement, Nurdin Halid: Pastikan Tak Ganggu Industri Semen Nasional

    11 Juli 20260

    Polri Tangani Tiga Mega Kasus Korupsi, Legislator: Jangan Karena Motif Balas Dendam!

    10 Juli 20260

    Dukung Penuh Kortas Tipikor Berantas Korupsi, Tekankan Prinsip Due Process of Law

    10 Juli 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?