Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Bertolak ke Tanah Suci, Abdul Wachid Soroti Keterlambatan Makanan Sambutan Bagi Jemaah Haji
    DPR

    Bertolak ke Tanah Suci, Abdul Wachid Soroti Keterlambatan Makanan Sambutan Bagi Jemaah Haji

    redaksiBy redaksi16 Mei 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Timwas Haji DPR, Abdul Wachid (Baju Hijau tengah), sebelum bertolak ke Tanah Suci bersama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (16/5/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Timwas Haji DPR, Abdul Wachid, mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji tahun 2026 di Madinah dan Makkah. Namun, ia juga memberikan catatan tegas terkait aspek katering dan akomodasi, terutama masalah keterlambatan distribusi makanan sambutan (welcome meal) bagi jemaah yang baru tiba di pemondokan.

    Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Wachid sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci bersama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

    “Kami amati perjalanan selama di Madinah dan di Makkah untuk musim haji tahun ini sudah lumayan baik dibandingkan tahun yang lalu. Oleh karena itu, pelayanan yang sudah baik ini harus selalu ditingkatkan. Namun, saya masih mendapat keluhan terkait makanan selamat datang yang terlambat,” ujar Wachid kepada medpolindo.com.

    Ia menekankan bahwa keterlambatan katering sangat berdampak pada kondisi fisik jemaah yang kelelahan. “Jemaah menempuh perjalanan 10 jam ke Madinah tentu cukup lapar, sehingga terkadang saat kateringnya terlambat, mereka jadi tidak makan. Ini kan kasihan. Hal-hal seperti ini yang perlu kami catat, sehingga pelayanan ke depannya akan menjadi lebih baik,” tegasnya.

    Selain persoalan katering awal, Wakil Ketua Komisi VIII ini juga menyoroti temuan lain di lapangan terkait adanya jemaah yang terpisah dari rombongan aslinya saat pembagian kamar. Insiden yang sempat ramai di kanal pengaduan publik kawal.haji.go.id ini pada akhirnya turut mengganggu kelancaran distribusi katering harian.

    Menurut Wachid, permasalahan ketidaksesuaian kamar ini mayoritas menimpa jemaah haji pengganti atau susulan, yakni mereka yang diberangkatkan untuk menggantikan porsi calon jemaah haji yang batal berangkat.

    Guna mencegah kesemrawutan administrasi yang berimbas pada pelayanan, Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mendesak percepatan sinkronisasi pendataan antara otoritas di Tanah Air dan petugas di Arab Saudi.

    “Memang ada kejadian seperti itu (terpisah dari rombongan), hal ini terjadi terutama pada jemaah pergantian. Data jemaah susulan inilah yang perlu disinkronkan lebih cepat antara pihak di Saudi dan di Indonesia. Dengan begitu, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi pelayanan di Saudi nantinya,” tutup Abdul Wachid.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Penguatan RUU Satu Data Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

    24 Mei 2026

    Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Minta Semua Pihak Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

    24 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Penguatan RUU Satu Data Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

    24 Mei 20260

    Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Minta Semua Pihak Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

    24 Mei 20260

    Soroti Kerawanan Armuzna, Timwas Haji Minta Mitigasi dan Koordinasi Petugas Diperkuat

    24 Mei 20260

    Libatkan Masyarakat Lokal, Komisi VII Tekankan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Prambanan

    23 Mei 20260

    Rumitnya Perizinan dan Tingginya Biaya Energi Penghambat Daya Saing Industri Tekstil

    23 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?