Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Pentingnya Pemerataan Jangkauan Siaran Piala Dunia 2026 antara TVRI-ANTARA-RRI
    DPR

    Pentingnya Pemerataan Jangkauan Siaran Piala Dunia 2026 antara TVRI-ANTARA-RRI

    redaksiBy redaksi13 Mei 202623 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan pentingnya evaluasi berbasis data empiris terkait keterjangkauan penyiaran Piala Dunia FIFA 2026 agar masyarakat di berbagai daerah memperoleh akses siaran secara merata. Pun, pihaknya meminta perluasan program nonton bareng, promosi, dan sosialisasi penyiaran Piala Dunia 2026 ke berbagai daerah dan media publikasi. 

    Sebab, baginya, optimalisasi hak siar juga bernilai penting untuk memperkuat citra lembaga penyiaran publik nasional. Pernyataan tersebut disampaikannya sebagaimana termaktub dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama Plt Dirut LPP TVRI, Dirut LPP RRI, dan Dirut LKBN ANTARA di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    “LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA diwajibkan menindaklanjuti masukan Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI yaitu meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan sepakbola nasional di setiap program serba-serbi Piala Dunia 2026; Melakukan evaluasi berbasis data empiris mengenai keterjangkauan penyiaran Piala Dunia 2026,” ujar Legislator Fraksi PAN ini. 

    Lebih lanjut, pihaknya akan memantau LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA saat menyiapkan penyiaran Piala Dunia 2026, mulai dari aspek regulasi, dukungan publikasi, hingga strategi perluasan jangkauan siaran kepada masyarakat. Sementara itu, Plt Dirut TVRI Rika Damayanti dalam paparannya menjelaskan bahwa TVRI telah menyiapkan berbagai strategi melalui program “Bola Gembira” sebagai bagian dari aktivasi penyiaran Piala Dunia FIFA 2026.

    Saat ini, platform nonton bareng telah aktif melalui bolagembira.tvrinews.com dengan melibatkan kolaborasi tiga lembaga penyiaran publik, yakni TVRI, RRI, dan ANTARA. Hingga 11 Mei 2026, tercatat sudah terdapat 155 lokasi yang rencananya akan digelar nonton bareng di 25 provinsi.

    TVRI juga menggandeng berbagai pihak untuk mendukung promosi penyiaran, termasuk pemerintah provinsi di seluruh Indonesia dan InJourney. Sejumlah kegiatan off air telah disiapkan, mulai dari “TVRI Goes to Campus”, coaching clinic, fun walk, hingga agenda nonton bareng besar pada laga pembukaan, semifinal, dan penutupan Piala Dunia 2026 di Jakarta.

    Selain itu, TVRI menargetkan capaian 25 hingga 30 juta audiens melalui 10 inisiatif strategis peningkatan coverage population. Strategi tersebut meliputi kerja sama dengan pemerintah daerah, penyediaan transmisi portable di wilayah blank spot, kerja sama dengan operator televisi kabel lokal, hingga penyediaan siaran di ruang publik seperti stasiun kereta, terminal, bandara, kantor kecamatan, dan balai desa.

    TVRI juga tengah mengupayakan penyesuaian parameter modulasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital, serta membentuk tim door to door untuk membantu masyarakat melakukan setting ulang kanal TVRI. Menurut Rika, keberhasilan penyiaran Piala Dunia 2026 sangat ditentukan oleh dukungan anggaran, kolaborasi multipihak, pemanfaatan teknologi transmisi yang stabil, serta tata kelola dan evaluasi yang berkelanjutan.

    Sementara itu, RRI menyampaikan kesiapan dukungan publikasi melalui siaran audio pertandingan dan berbagai program pendukung sejak pra-pertandingan hingga pasca pertandingan. Adapun LKBN ANTARA menegaskan kesiapan liputan multi-platform berupa teks, foto, video, dan infografis, sekaligus memperkuat kolaborasi pemberitaan nasional bersama TVRI dan RRI. 

    Tak hanya itu, Dirut LKBN Antara dalam paparan Kolaborasi Strategis ANTARA-TVRI-RRI dalam ‘Liputan & Penyiaran Piala Dunia 2026’: Inspirasi, Daya Saing Sepakbola dan Masyarakat Indonesia menerangkan pihaknya tengah menyiapkan ‘Peluang dan Pelibatan Pimpinan & Anggota Komisi VII” yang apresiatif terhadap sepakbola diundang tampil sebagai komentator tamu pada segmen pra-pertandingan.

    “Visabilitas kepada jutaan penonton live, Segmen terstruktur: analisis & prediksi, Produksi profesional oleh tim ANTARA, Memperkuat citra wakil rakyat yang dekat publik,” tutur Dirut LKBN Antara.

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Fenomena SDN Sepi Peminat, Fikri Faqih Desak Pengecualian Regrouping di Daerah 3T

    22 Juli 2026

    Banyak Putusan Inkrah MA Tidak Bisa Dieksekusi, RUU Perampasan Aset Didorong Perkuat Fiskal Negara

    21 Juli 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    BNI Bantah Minta Siswa PIP yang Sakit Datang ke Bank dengan Ambulans

    24 Juli 20262

    Fenomena SDN Sepi Peminat, Fikri Faqih Desak Pengecualian Regrouping di Daerah 3T

    22 Juli 20260

    Banyak Putusan Inkrah MA Tidak Bisa Dieksekusi, RUU Perampasan Aset Didorong Perkuat Fiskal Negara

    21 Juli 20261

    Bahas RUU Perampasan Aset, Hinca Panjaitan Soroti Dugaan Penyimpangan Bisnis di BUMN

    21 Juli 20261

    Tarif Lepas Status WNI Naik, Legislator: Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

    21 Juli 20261
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?