Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Waspadai Dampak Geopolitik Global Terhadap Subsidi Pupuk Nasional
    DPR

    Waspadai Dampak Geopolitik Global Terhadap Subsidi Pupuk Nasional

    redaksiBy redaksi12 Maret 202602 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyon, saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI di PT. Pupuk Kujang, Karawang, Kamis (12/3/2026)/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi VI DPR RI memberikan imbauan mengenai kerentanan industri pupuk nasional terhadap dinamika geopolitik global yang terjadi. Ketergantungan yang tinggi pada komponen impor, khususnya gas bumi dan bahan baku mineral, dinilai dapat mengancam stabilitas fiskal negara di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah.

    Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono Alias Kanang menggarisbawahi bahwa kondisi luar negeri yang tidak menentu saat ini merupakan suatu kekhawatiran bagi ketahanan pangan nasional. Mengingat gas bumi menyumbang hingga 80% dari total biaya produksi pupuk urea, fluktuasi harga energi global dan kurs dolar AS menjadi faktor penentu yang sangat berisiko.
     

    “Ketergantungan kita dalam budidaya tadi terhadap komponen impor, termasuk gas, ini sangat mengkhawatirkan apalagi melihat awan-awan geopolitik yang akhir-akhir ini sangat meresahkan kita semua kondisi ini harus diantisipasi dengan matang,” ujar Budi Sulistyono saat diwawancarai oleh medpolindo.com di PT. Pupuk Kujang, Karawang, Kamis (12/3/2026).
     

    Lebih lanjut, Budi menyoroti kebijakan pemerintah yang telah meningkatkan volume subsidi pupuk secara signifikan untuk tahun 2025, yakni dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton dengan alokasi anggaran mencapai Rp46,8 triliun. Menurutnya, tanpa manajemen risiko yang kuat, kenaikan volume ini bisa menjadi beban tambahan bagi APBN jika biaya produksi membengkak akibat faktor eksternal.
     

    “Kita harus menghitung kembali kemampuan APBN kita dengan nilai barang impor yang sangat mahal ditambah kurs dolar yang cukup tinggi, ini akan sangat membebani. Kita tidak ingin peningkatan kuota subsidi ini justru terhambat oleh masalah pembiayaan di kemudian hari karena kita kurang waspada terhadap situasi global,” tambahnya.
     

    Komisi VI DPR RI pun mendorong adanya strategi lindung nilai (hedging) dan percepatan efisiensi energi di pabrik-pabrik pupuk guna memitigasi risiko tersebut, sekaligus memastikan bahwa anggaran puluhan triliun tersebut benar-benar mampu menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh pelosok negeri. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Beniyanto Soroti Ketahanan Energi Nasional di Tengah Geopolitik Timur Tengah

    13 Maret 2026

    Banggar DPR Nilai Subsidi di Indonesia Masih Belum Tepat Sasaran

    13 Maret 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Beniyanto Soroti Ketahanan Energi Nasional di Tengah Geopolitik Timur Tengah

    13 Maret 20260

    Banggar DPR Nilai Subsidi di Indonesia Masih Belum Tepat Sasaran

    13 Maret 20260

    Jaga Nadi Mudik di Ujung Barat Jawa, Akses Tol Pelabuhan Merak Harus Aman

    13 Maret 20260

    DPR RI Setujui Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031

    12 Maret 20260

    Kawal Keselamatan Rakyat, Komisi V Minta Pemudik Manfaatkan Moda Transportasi Selain Motor

    12 Maret 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?