Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Indonesia dan Palestina Satu Hati, Perjuangan Harus Diteruskan
    DPR

    Indonesia dan Palestina Satu Hati, Perjuangan Harus Diteruskan

    redaksiBy redaksi13 Mei 202502 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia, (H.E.) Dr. Zuhair Alshun, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi dan keteguhan Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam keterangannya saat menghadiri Sidang Komite Tetap Politik dan Hubungan Luar Negeri Konferensi ke-19 PUIC (Parliamentary Union of the OIC Member States), ia menekankan bahwa Palestina dan Indonesia berjalan seiring dalam memperjuangkan hak asasi dan kebebasan rakyat Palestina.

    “Indonesia dengan Palestina adalah satu dan dalam satu tangan,” tegas Dubes Zuhair kepada medpolindo.com di Gedung Nusantara, DPR RI< Senayan, Jakarta, Selasa (13/05/2025).

    Ia menyatakan bahwa seluruh delegasi Palestina puas dengan jalannya sidang, termasuk kepemimpinan ketua sidang yang tegas dalam mengangkat isu-isu politik dan hak asasi manusia terkait Palestina.

    Lebih lanjut, ia menyoroti tiga poin utama yang menjadi kebutuhan mendesak Palestina saat ini, yaitu mengakhiri pendudukan, menghentikan pembunuhan yang masih berlangsung—khususnya di Gaza dan Tepi Barat—dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau para korban.

    “Kami menantikan solusi nyata untuk mengakhiri pendudukan. Komunitas internasional harus meningkatkan upaya mereka. Setelah itu, barulah kita bisa fokus mengalirkan bantuan kemanusiaan kepada para korban di Gaza dan Tepi Barat,” ujar Zuhair.

    Ia menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina menginginkan perdamaian sejati, namun perdamaian tersebut hanya bisa dicapai jika hak-hak dasar rakyat Palestina dihormati dan diakui. “Ini adalah tanah kami, dan kami memiliki hak untuk memperjuangkannya. Kami berjuang untuk membebaskan tanah kami,” tambahnya.

    Menutup pernyataannya, Dubes Zuhair menyampaikan bahwa kemerdekaan Palestina hanya akan sempurna jika Yerusalem menjadi bagian dari negara Palestina merdeka. “Yerusalem adalah garis akhir. Seperti yang pernah disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi: tidak ada perjanjian damai tanpa Yerusalem untuk Palestina,” tegasnya.

    Dubes Zuhair menyampaikan harapan bahwa dengan dukungan Indonesia dan masyarakat dunia yang jujur dan peduli terhadap keadilan, kemerdekaan Palestina akan segera terwujud. 

    DPR RI Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Rizki Natakusumah Ingatkan Menkomdigi Pentingnya Pemerataan Akses Sinyal

    7 Juli 2025

    Endang Agustina Ingatkan Kejaksaan Pentingnya Jaga Muruah Institusi

    7 Juli 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Rizki Natakusumah Ingatkan Menkomdigi Pentingnya Pemerataan Akses Sinyal

    7 Juli 20250

    Endang Agustina Ingatkan Kejaksaan Pentingnya Jaga Muruah Institusi

    7 Juli 20250

    Komisi V Minta Basarnas Maksimalkan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

    7 Juli 20250

    Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Indikasi Gagalnya Sistem Pengawasan Pelayaran Nasional

    6 Juli 20250

    Abidin Fikri Dorong Isu Kemandirian Keuangan DPR Masuk Laporan Ketua Baleg di Rapat Paripurna

    6 Juli 20250
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2025 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?