Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Hari HAM Momentum Refleksi Bersama Hapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
    DPR

    Hari HAM Momentum Refleksi Bersama Hapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    redaksiBy redaksi10 Desember 202413 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota DPR RI Novita Hardini./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Dalam peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Anggota DPR RI dan tokoh pemberdayaan perempuan, Novita Hardini, menyerukan pentingnya refleksi bersama terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

    “Hari HAM Sedunia adalah pengingat untuk memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan martabat yang seharusnya dimiliki setiap individu tanpa terkecuali. Namun kenyataannya, perempuan dan anak masih sering menjadi korban kekerasan yang merongrong rasa kemanusiaan kita,” ungkap Novita, dalam keterangan resminya yang diterima medpolindo.com, di Jakarta, Selasa (10/12/2024)

    Novita menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga serangan terhadap nilai moral dan sosial.

    Berdasarkan data dari Kementerian PPPA, kekerasan terhadap perempuan berjumlah 22.032 dan kekerasan terhadap anak 15.703 sementara itu berdasarkan data KPAI terdapat 3.811 kasus perundungan terhadap anak di Sekolah dan krisis kemanusiaan di Papua periode 2018 – 2024 sebanyak 132 kasus, selain itu 289.111 kasus diskriminasi terhadap gender khususnya perempuan termasuk diskriminasi terhadap Agama, Ras, Suku menurut data Komnas Perempuan pada Tahun 2023 dan pembunuhan dengan jumlah korban 242 masyarakat sipil menurut data Amnesty International Indonesia per Oktober 2024.

    “Setiap bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi, merenggut hak mereka untuk hidup aman dan bermartabat. Ini adalah persoalan kolektif yang mencerminkan wajah masyarakat kita,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Dalam kampanye internasional 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP), Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, mencatat bahwa kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi setiap hari. Empat bentuk kekerasan yang menjadi perhatian utama adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender online (KBGO), dan femisida.

    “Selamat Hari Hak Asasi Manusia 2024. Bersama, kita wujudkan dunia yang lebih baik untuk semua”

    “Pemerintah terus berkomitmen untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan memastikan pemenuhan hak-hak korban,” ujar Novita.

    Peringatan Hari HAM 2024 dengan tema “Our Rights, Our Future, Right Now” juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran HAM.

    Politisi perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk terlibat aktif dalam menciptakan solusi nyata. “Laporkan kekerasan, dukung korban, dan didik generasi muda kita dengan nilai-nilai hormat, empati, dan keberanian melawan ketidakadilan. Ini adalah langkah kecil yang akan membawa perubahan besar,” katanya.

    Tak hanya itu, Novita juga menyoroti pentingnya pendidikan dan sosialisasi yang masif untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    “Melalui refleksi ini, mari kita bergerak bersama menciptakan dunia yang lebih aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. Perjuangan ini tidak selesai dalam sehari, tetapi setiap langkah membawa kita lebih dekat pada tujuan tersebut,” tegas.

    “Selamat Hari Hak Asasi Manusia 2024. Bersama, kita wujudkan dunia yang lebih baik untuk semua,” pungkasnya. 

    DPR RI HAM Indonesia
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 2026

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Petugas TNI/Polri Ditambah Dua Kali Lipat, Dini Rahmania: Harus Skema Khusus, Jangan Kurangi Kuota Petugas Haji!

    19 Januari 20260

    Dukung KLH Gugat 6 Perusahaan Pemicu Banjir Sumatra, Ateng Sutisna: Mereka Punya Utang Ekologis kepada Rakyat!

    19 Januari 20260

    Sampaikan Empati Mendalam, Mori Hanafi: Fasilitas Bandara Mewah Tak Berarti Tanpa Jaminan Keamanan Penumpang!

    18 Januari 20260

    Tuntutan Publik Era Digital ‘Luar Nalar’, Aria Bima: Kantor Pertanahan Tak Bisa Lagi Pakai Cara Konservatif!

    18 Januari 20260

    BPN Krisis SDM, Sertifikasi Tanah Tak Akan Selesai Tanpa Keterlibatan Pemda!

    17 Januari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?