Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda ยป Kementerian Pertanian Diminta Turun Tangan Tangani Kasus Peternak Susu
    DPR

    Kementerian Pertanian Diminta Turun Tangan Tangani Kasus Peternak Susu

    redaksiBy redaksi11 November 202442 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv./Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Beberapa waktu terakhir ramai diberitakan para peternak susu sapi di sejumlah daerah membuang susu hasil produksinya. Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah misalnya menggelar aksi mandi susu dari susu yang tak terserap industri di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu lalu (9/11/2024).


    Selain itu, para peternak sapi perah dan pengepul susu di Jawa Timur juga memprotes hal serupa. Peternak sapi di Pasuruan, Jawa Timur, juga membuang susu hasil panen lantaran ada pembatasan jumlah pengiriman susu ke industri pengolahan.


    Menanggapi itu, anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan untuk menangani kasus peternak susu seperti di Boyolali, Jawa Tengah yang membuang 50.000 liter atau 50 ton susu. “Kami dari Komisi IV DPR RI sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini,” kata Rajiv dalam keterangannya, Minggu (10/11).


    Rajiv menilai, kasus tersebut menunjukkan adanya kendala dalam rantai pasok yang harus segera ditangani. Politisi Fraksi Partai NasDem ini meminta perhatian serius dari Kementan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.


    “Kami berharap agar ada langkah-langkah konkret dari kementerian terkait untuk memastikan bahwa hasil produksi para peternak dapat terserap dengan baik di pasar domestik, terutama mengingat pentingnya menjaga stabilitas ekonomi sektor peternakan,” ujar Rajiv.


    Secara khusus, kata Rajiv, pihaknya meminta Kementan untuk segera mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi jangka panjang. “Adanya keterbatasan dalam penyerapan hasil ternak ini harus segera dicari solusinya, baik melalui diversifikasi produk, optimalisasi pasar domestik, atau bahkan mengkaji kebijakan importasi susu agar tidak terlalu membebani peternak lokal,” tegasnya.


    Ia menegaskan, Komisi IV DPR akan terus melakukan pemantauan dan berharap kementerian terkait bisa segera mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesejahteraan para peternak sapi perah, terutama di Boyolali, tetap terjaga. 

    DPR RI Peternak sapi perah dan pengepul susu Rajiv
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 2026

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Bekasi Diminta Jadi Percontohan Nasional Penegakan HAM bagi Penyandang Disabilitas Mental

    11 September 20260

    Komisi XIII Soroti Kesiapan Imigrasi Tangani WNA Terdampak Force Majeure

    11 September 20260

    Penundaan Keberangkatan Terindikasi TPPO Jangan Berhenti sebagai Tindakan Administratif

    11 September 20260

    LPS Harus Pulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

    11 September 20260

    Komisi II Dorong Penerapan Stelsel Aktif dan Interoperabilitas Data dalam RUU Adminduk

    10 September 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?