Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Komisi VII Dorong Kesinergian dan Peningkatan Kualitas Sertifikasi Produk
    DPR

    Komisi VII Dorong Kesinergian dan Peningkatan Kualitas Sertifikasi Produk

    redaksiBy redaksi9 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Wakil Ketua Komisi VII Evita Nursanty saat mengikuti kunjungan kerja spesifik ke Badan Standardisasi dan Pengujian Industri/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Komisi VII DPR RI mengunjungi Badan Standardisasi dan Pengujian Industri (BSPJI) Surabaya, pada Jumat (8/11/2024). Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII melalukan pendalaman mengenai proses standardisasi dan sertifikasi produk industri di Indonesia.


    Salah satu poin penting yang dibahas dalam kunjungan ini adalah mengenai sinergitas antara Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan BSPJI. Wakil Ketua Komisi VII Evita Nursanty mengatakan bahwa meskipun keduanya memiliki peran yang berbeda, namun keduanya sama-sama penting dalam mewujudkan standar produk yang berkualitas.


    “Nah sekarang bagaimana melakukan sinergisitas bahwa mereka ini beda. Kalau BSN itu menetapkan standar, kalau tadi yang dilakukan oleh mereka itu (BSPJI) adalah memberikan sertifikasi tentunya mengacu pada standar yang sudah dibuat oleh BSN,” kata Evita kepada medpolindo.com, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/11).


    Tak hanya soal sinergitas, Komisi VII yang membidangi industri, UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif ini juga mendorong peningkatan kualitas dari sertifikasi produk yang ada di Indonesia.


    Kedepan, Evita berharap ada kategori yang lebih jelas terkait sertifikasi produk-produk terutama mengenai mana produk yang aman bagi anak. “Tadi diangkat oleh teman-teman ini kayak sertifikasi diberikan kepada satu minuman misalnya, tapi harusnya lebih lengkap lagi, ini amannya boleh dikonsumsi oleh usia berapa? Kayak Yakult kita mendengar rupanya yang anak kecil enggak boleh minum yakult, tapi kan mereka sudah dapat sertifikasi,” imbuhnya.


    Selain itu, mengemuka pula dalam diskusi mengenai pentingnya mendorong pertumbuhan industri hijau. Yakni bagaimana kedepan dunia industri lebih mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, serta menjaga kelestarian lingkungan dalam proses produksinya. 

    BSPJI DPR RI Evita Nursanty
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Terdepan Harus Jadi Prioritas

    5 Februari 2026

    Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional

    5 Februari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Terdepan Harus Jadi Prioritas

    5 Februari 20260

    Edy Wuryanto Minta Penonaktifan PBI BPJS Jangan Putus Layanan Pasien Kronis

    5 Februari 20260

    Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional

    5 Februari 20260

    Kebersihan dan Keselamatan Harus Jadi Fondasi Pariwisata Nasional

    4 Februari 20260

    Komisi VIII Minta BPKH Jelaskan Tak Tercapainya Target 2025, Soroti Nilai Manfaat hingga Pengawasan Anak Usaha

    4 Februari 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?