Close Menu
MedpolindoMedpolindo
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    MedpolindoMedpolindo
    Login
    • Nasional
    • MPR
    • DPR
    • DPD
    • Daerah
    • Peristiwa
    • Polhukam
    • Dunia
    MedpolindoMedpolindo
    • DPR
    • MPR
    • DPD
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    Beranda » Dibanding Reaktifasi, Pertamina Mesti Fokus Eksplorasi Sumur Bor Produktif
    DPR

    Dibanding Reaktifasi, Pertamina Mesti Fokus Eksplorasi Sumur Bor Produktif

    redaksiBy redaksi8 November 202432 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
    Anggota Komisi XII DPR RI Mulyadi/Ist
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Copy Link

    Anggota Komisi XII DPR RI Mulyadi meminta Pertamina fokus melakukan eksplorasi di sumur minyak yang produktif. Hal tersebut diungkapkannya untuk meningkatkan produksi lifting minyak Indonesia.

    “Kita kan saat ini konsisten turun terus lifting minyak kita. Maka dari itu, strategi untuk menaikkan lifting itu kita harus pilah-pilah. Kita harus konsentrasi kepada sumur yang menghasilkan,” ujarnya kepada medpolindo.com usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (08/11/2024).

    Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya sudah sejak lama menyarankan Pertamina tidak perlu terlalu konsentrasi ke sumur bor yang kecil atau tak produktif. Selain kurang menghasilkan, pengeboran di sumur bor kecil tak sedikit menelan tingginya biaya produksi.

    Lebih lanjut, Legislator Partai Demokrat itu menyarankan Pertamina untuk mendata jumlah produksi sumur-sumur bor yang ada. Lewat data itulah baru, kata dia, bisa ditemukan cara meningkatkan lifting migas dalam negeri.

    “Sumur-sumur yang sudah tidak berfungsi tadi salah satu strateginya reaktifasi. Memang ada teknologi itu, tapi tentu tetap menimbulkan biaya lagi. Pada prinsipnya, saya menyampaikan kita harus punya data yang akurat dulu baru kita bisa cari solusi,” ucapnya.

    Sebagai informasi, Indonesia diharapkan bisa swasembada energi pada 2030. Hal ini juga sejalan dengan Astacita yang diusung oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kementerian ESDM pun telah ditugaskan untuk bisa mewujudkan harapan tersebut.

    DPR RI Indonesia Mulyadi
    Share. Facebook Twitter Copy Link

    Berita Terkait

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 2026

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Pendidikan Karakter Wajib, Setiap Sekolah Harus Ada Psikolog

    4 Mei 20260

    PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Negara Diminta Sediakan Anggaran Pendidikannya

    4 Mei 20260

    Rumah Bilik Bambu di Tengah Kota, Sarifah Perjuangkan Bedah Rumah untuk Konstituen

    4 Mei 20260

    Waka DPR Apresiasi Sanimas, Bantu Akses Sanitasi Masyarakat

    4 Mei 20260

    Ada Kelurahan di Jakarta Tanpa SMP-SMA Negeri, Kurniasih Minta PPDB Zonasi Dikaji Ulang

    3 Mei 20260
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    © 2026 Medpolindo. Designed by Aco.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?